90 Kejadian Bencana Alam Terjadi di Sukabumi dalam Sebulan Ini

Jumat, 5 November 2021 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Wawan Gondawan mencatat, 90 kejadian bencana alam terjadi selama bulan Oktober 2021 ini.

Bencana alam tersebut didominasi tanah longsor dan banjir akibat rangkaian hujan terus menerus di wilayah kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa dan Bali itu.

“Berdasarkan laporan yang masuk, kurang lebih ada 90 kejadian, didominasi oleh kejadian longsor dan banjir,” ujar Wawan kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (5/11/2021).

Ia menjelaskan, dari seluruh titik bencana yang terjadi, kebanyakan menimpa kecamatan Cicurug dan Kecamatan Kabandungan. Karena, wilayah tersebut merupakan potensi rawan bencana sebab berada di dataran tinggi.

“Kecamatan yang rawan bencana ini merata, ya hampir semua kecamatan lapor ada kejadian bencana. Tetapi yang dominan di wilayah utara Cicurug, Kabandungan ini lebih dari 3 titik yang terjadi,” terangnya.

Akibat bencana itu lanjut Wawan, menyebabkan kerugian materi hingga Rp3 Milyar. Kerugian terbanyak disebabkan longsor yang menerjang puluhan rumah di wilayah Utara hingga Selatan Kabupaten Sukabumi.

“Korban jiwa nggak ada ya sampai saat ini Alhamdulillah, kalau kerugian taksiran bulan kemarin kita juga tidak mungkin secara rinci ini kurang lebih 3 miliar,” jelasnya.

Dalam hal itu, BPBD terus melakukan kesiapsiagaan dari sisi personel dari sisi peralatan dan lainnya untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi pada saat kejadian bencana alam, termasuk BPBD dalam waktu dekat akan melakukan apel kesiagaan bencana hidrometeorologi.

“Kita tentu mengimbau kepada masyarakat di Kabupaten Sukabumi, untuk tetap waspada ketika melihat ataupun kalau ada hujan dengan intensitas tinggi lebih dari 1 jam. Masyarakat harus melakukan upaya-upaya melihat di sekitar lingkungannya terutama bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, kemudian juga yang tinggal di tempat-tempat yang sekiranya dapat terjadi potensi bencana,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan
Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa
Bukan Toko, Ini Swalayan Pakaian Gratis di Posko Korban Kebakaran Ciptamulya
Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:33 WIB

Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan

Berita Terbaru