Kadishub Sarankan, Masuk Geopark Gunakan Kendaraan Khusus, Alasannya?

Sabtu, 9 Oktober 2021 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman, megimbau kepada para pengunjung Geopak Ciletuh untuk menggunakan kendaran khusus saat memasuki area wisata tersebut.

Karena menurut dia, jalur menuju arah Geopark Ciletuh dikenal memiliki kondisi geografis dan medan jalan yang cukup ekstrim.

“Teman-teman banyak menyebut sabuk Geopark. Dari sisi demografis, kontur jalan dan keselamatan lalulintas, jika masuk ke dalam area Geopark harus menggunakan kendaraan khusus. Kenapa demikian, karena geografi disana sangat ekstrim bagi kendaraan roda empat,” kata Dedi Chardiman kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (9/10/21).

Untuk mengimbangi kondisi jalan ekstrim tersebut kata dia, warga harus memperhatikan dengan seksama kapasitas mesin kendaraan. Kalaupun terpaksa harus menggunakan kendaraan standar, maka harus tetap waspada dan selalu menjaga kehati-hatian. Kondisi kendaraan harus ditunjang dengan sparepart yang memadai.

“Contohnya, Kecelakan tunggal yang menimpa pengendara mobil Avanza tempo hari. Berdasarkan hasil olah TKP oleh pihak kepolisian, peristiwa itu, ternyata disebabkan rem blong. Akibat insiden itu, sopir hilang kendali dan terjadilah kecelakaan tersebut,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan ungkapnya, maka ke depan jika pemerintah menyediakan kendaraan khusus, maka harus memenuhi spek. Di Palabuhanratu, pemerintah tengah mengembangkan Pesisir.Palabuhan Ratu (Si Ratu).

Berdasarkan kedishuban jelasnya, dia telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi yaitu memasang rambu-rambu dan pengamanan jalan. Seperti rambu-rambu peringatan jalan yang dipasang di setiap titik lokasi yang rawan kecelakaan. Sayangnya, eksekuktor dari infrastruktur di Geipark Ciletuh kewenangannya berada di.tangan Dishub Jawa Barat.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata
Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Bukit Panenjoan Tenjojaya Kini Jadi Penggerak UMKM Warga
Tepis Isu Kamar 308 Tempat Berburu Mustika, Samudra Beach Hotel Bongkar Fakta Tak Terduga 
Kamar 308 Samudra Beach Tak Hanya Dikunjungi, Kini Disebut Jadi Lokasi Berburu Mustika
Wisata Sukabumi Tak Perlu Gedung Mewah, Wabup Andreas: Rawat Alam, Budaya, dan Kebersihan
Dispar Berlakukan Tarif Parkir Per Jam di Pantai Selatan Sukabumi
PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove
8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Bukit Panenjoan Tenjojaya Kini Jadi Penggerak UMKM Warga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Tepis Isu Kamar 308 Tempat Berburu Mustika, Samudra Beach Hotel Bongkar Fakta Tak Terduga 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kamar 308 Samudra Beach Tak Hanya Dikunjungi, Kini Disebut Jadi Lokasi Berburu Mustika

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Wisata Sukabumi Tak Perlu Gedung Mewah, Wabup Andreas: Rawat Alam, Budaya, dan Kebersihan

Berita Terbaru