Sekda: Kabupaten Sukabumi Kaya Potensi Alam Gurilaps dan Kampung Adat

Jumat, 24 September 2021 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kabupaten Sukabumi, terkenal memiliki kekayaan sumber alam hayati yang melimpah ruah. Potensi kekayaan alam tersebut berupa gunung, rimba, laut, pantai dan sungai (Gurilaps).

Tidak hanya memiliki bonus demografi berupa Gurilaps saja, Kabupaten Sukabumi juga punya keunggulan lain yakni memiliki kampung adat yang tersebar di beberapa kecamatan diantaranya Ciptagelar, Sinar Resmi, dan Ciptamulya.

Demikian disampaikan Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman saat menerima panitia kerja (Panja) Komisi Panja IV DPR RI ke Pendopo Sukabumi, Jumat (24/9/21). Kunker tersebut dalam rangka penyusunan rancangan undang-undang (RUU) tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya di Sukabumi.

” Potensi alam di Kabupaten Sukabumi sangat melimpah. Bahkan sering kita sebut gurilaps. Pariwisata menjadi salah satu potensi utama di Sukabumi. Apalagi adanya Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark,” kata Sekda Kabupaten Sukabumi,.Ade Suryaman kepada jurnalsukabumi.com.

“Kami pun telah memiliki Perbup nomor 36/2019 tentang pedoman penataan lembaga kemasyarakatan desa dan lembaga adat desa. Meskipun secara perdanya belum ada,” tambahnya.

Sekda juga menyampaikan terima kasih kepada Panja DPR RI bersama pejabat pendamping, yang telah datang bersilaturahmi dan memberikan perhatian besar kepada Kabupaten Sukabumi.

“Terutama dalam mengusahakan terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati dan keseimbangan ekosistemnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan, kehadirannya ke Sukabumi untuk menyapa warga Sukabumi dan berinteraksi secara langsung dalam membangun visi yang sama. Khususnya dalam bidang penyelamatan alam semesta.

“Sukabumi merupakan wilayah eksotis yang serba ada. Sukabumi juga terkenal dengan kelompok masyarakat adatnya. Apalagi Sunda sangat tergantung dengan gunungnya. Jadi kami ingin penyelamatan alam dimulai dari kawasan Gunung Halimun,” terangnya.

Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH
DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk
BPR Sukabumi Terus Berinovasi, SIMPEN Jadi Jembatan Layanan Perbankan yang Lebih Mudah
Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bakal “Putihkan” Sukabumi dengan Aksi Damai dan Istighosah
Disnakertrans Sukabumi Siapkan SDM Siap Kerja Lewat Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:33 WIB

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:10 WIB

MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:55 WIB

Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:35 WIB

DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB