JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar menyoroti soal kasus tawuran di kalangan pelajar yang masih kerap terjadi. Bahkan tidak jarang, dari salah satu pihak yang terlibat tawuran hingga sampai kehilangan nyawa.
Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menilai, padahal kasus-kasus semacam itu, telah diselaikan melalui pendekatan-pendekatan hukum, kekeluargaan maupun sosial yang melibatkan aparat penegak hukum dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan lainnya.
Lanjut Ketua komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat ini menjelaskan, pemicu terjadinya tawuran rata-rata disebabkan oleh faktor arus informasi yang sebarkan melalui media sosial (Medsos) yang kian masif dan nyaris tak terkendali. Sehingga sulit bagi aparat sekalipun untuk mengontrol titik-titik kumpul dan pergerakan pelajar yang hendak merencanakan tawuran.
“Menurut saya, permasalahannya kompleks apalagi dengan arus informasi dari sosial media yang dapat memicu keributan antar pelajar. Seperti contoh ada seorang pelajar yang melakukan aksi nekat menghentikan sebuah truk dan meninggal dengan cara-cara tragis. Saya juga mendapat informasi bahwa selama tahun 2021, ada dua kasus kematian dan belasan siswa menjadi tersangkanya,” kata Hera kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (21/09/2021).
Penanganan kasus tawuran di kalangan pelajar lanjut dia, jangan hanya bersifat seremonial. Tapi harus benar-benar menyentuh akar masalahnya. Kondusifitas yang diharapkan, bukan hanya tanggungjawab aparat, tokoh masyarakat, lembaga perlindungan anak maupun orang tua murid. Tapi tanggung jawab semua pihak baik langsung maupun tidak langsung dalam mengubah perilaku buruk tersebut.
Penyelesaian tindakan kekerasan yang kerap dipertontonkan para pelajar ungkapnya harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Peran Dinas Pendidikan hanya salah satu instrumen untuk melakukan pembinaan dan penyampaian pesan-pesan moral bagi para anak didik.
“Untuk mencegah kajadian ini berlanjut, pemerintah harus mendesain sebuah konsep untuk mengalihkan kebiasaan buruk mereka menjadi sebuah kegiatan prestasi. Seperti mengadakan evant-evant kejuaraan olah raga yang melibatkan pelajar dari berbagai sekolah. Pihaknya juga tidak hanya berkonsentrasi pada bidang-bidang fisik saja, tapi juga membangun dan membina generasi muda,” tutup Hera.
Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Ujang Herlan






