JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi, Dr (Cand) Margareta Retno Daru Dewi, terbilang memiliki segudang mimpi dan konsep cukup gemilang.
Pasalnya, wanita yang kini tengah mengenyam pendidikan S3 di Universitas Padjadjaran itu selain sosok yang mumpuni juga merupakan salah satu pejabat senior di lingkungan BNN.
“Kebetulan, saya Pegawai Negri Sipil (PNS) angkatan pertama di BNN. Dan awalnya masuk BNN itu memang penerimaan dari Pegawai Negeri,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (13/04/2021).
“Kemudian kebetulan juga berlatarbelakang sebagai psikolog, lalu saya diterjunkan menjadi seorang Widyaiswara gurunya PNS dan sesuai dengan target yang ada bahwa Indonesia itu harus menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul,” ujar Margareta.
Terkait dengan SDM yang unggul, la diberikan amanah yang tak mudah. Sebab, harapan dari pimpinan bahwa dirinya tidak hanya sekedar bisa mengajarkan teori yang ada, akan tetapi harus bisa mempraktekan bagai mana seorang pemimpin dan ini adalah laboratorium kepemimpinan.
“Berangkat dari amanah itu. Saya optimis dan sudah terbiasa untuk mengajar semua pimpinan yang ada serta harus mempraktekan bagaimana teori itu sama dengan di lapangan,” akunya.
Masih kata Margareta, Sukabumi adalah kota yang indah dan luas, serta akan menjadi tantangan tersendiri bagi siapapun yang memimpinnya.
“Saya melihat dari kata dari Sukabumi. Sukabumi bersinar itu adalah target dari pada pusat. Bersinar, dan semua daerah bersih dari narkoba,” ucapnya.
Tugas dari BNN lanjut Margareta adalah mencegahan dan memberantas. Mencegah supaya tidak terjadi penyalahgunaan narkoba dan memberantas untuk para pengedarnya.
“Itu harus diberantas sampai ke akar-akarnya dan kita tau bahwa narkoba itu adalah musuh negara, musuh kita semua,” imbuhnya.
Mengambil dari kata Sukabumi membuat dirinya merenung apa yang harus dikerjakan di wilayah yang penuhi lokasi wisata ini. Namun, perempuan yang terbilang tangguh tersebut tidak putus asa.
“Ketika saya memaknai kata Sukabumi ini, saya melihat kata yang pertama adalah sinergis, sesuai dengan Grand Design BNN bahwa tidak bisa bekerja sendiri, BNN harus bisa bersinergi dengan seluruh lapisan yang ada,” sambungnya.
“Baik itu dari pemerintah, masyarakat maupun swasta. Bersinergi dengan OPD yang ada khusunya di Sukabumi ini, serta bersinergi dengan semua pimpinan pemerintahan yang ada, baik kota maupun kabupaten,” lanjut dia.
Secara konsepnya mengusung kata ‘Unggul’ sesuai dengan harapan dari Presiden bahwa harus menciptakan SDM yang unggul. Ia mengaku, meyakini dan percaya bukan kebetulan ada di tempat ini, sebagai mana pekerjaan atau profesi sebagai Widyaiswara, harus mampu menciptakan SDM yang disini unggul.
“Karena itu saya mengajak semua pegawai yang ada di BNNK ini mari kita ciptakan SDM yang unggul,” katanya.
Lanjut dia, kata ‘Komitmen’ diperlukan untuk menciptakan Sukabumi bersinar. Menurutnya, komitmen itu harus dimulai dari dalam atau internal terlebih dahulu.
“Satu minggu kemarin saya berusaha untuk konsolidasi di internal dulu. Puji sukur dalam waktu satu minggu ternyata gebrakan media khususnya itu naik dan ternyata diapresiasi oleh pimpinan pusat. Saya sangat berterima kasih serta saya sangat mensyukuri. Keberhasilan ini bukan karena saya tapi keberhasilan ini berkat kita semua, dari mulai pegawai di BNNK Sukabumi, dan yang lainnya,” bebernya.
Kemudian secara ‘Antusias’. Menurutnya, bekerja secara antusias ini yang akan menjadikan landasan untuk melakukannya. Ketika pegawainya sudah militan jiwa koreanya sudah muncul itu tidak ada rasa cape, tidak ada lelah dan mau bekerja untuk bangsa dan negara.
“Antusias ini menciptakan seseorang tim bisa menjadi bela negara, dia sadar bahwa negara ini harus dibela. Bukan seperti jaman dulu membela negara dengan bawa senjata, melainkan lewat karyanya, lewat kerja keras, lewat antusiasnya, ini adalah merupakan bentuk bela negara kita saat ini,” ucapnya.
Masih kata Margareta, kemudian ‘Bertanggungjawab terhadap posisi yang dimiliki’ sebagai pegawai BNN dimana Narkotika dan Narkoba itu adalah vokal poin dari pada permasalahan yang ada serta BNN ini bagian mengurusinya.
Ketika ditanya soal targetnya. Ia menjawab, secara periode sudah ada targetnya yang diberikan oleh pusat. Namun, Ia mengaku lebih amat sangat menghargai bagaimana yang ada didalam dulu, untuk berkomitmen.
“Kemudian kami mengajak seluruh lapisan masyarakat yang ada baik pemerintah daerah, swasta dan masyarakat untuk sama-sama perang melawan narkoba,” tandasnya.
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Ujang Herlan












