JURNALSUKABUMI.COM – Eko Purtjahtjanto, guru SMPN 1 Cicantayan mengaku mengalami tekanan psikologis pasca diamuk gegara postingan video jalan rusak di Desa Cijalingan. Eko mengaku spat takut keluar rumah.
Hal tersebut disampaikan Eko kepada Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, Jumat (12/03/2021).
“Pak Eko ini sudah terkena sisi psikologisnya. Karena kalau bapak – bapak lihat videonya memang cukup keras ada bahasa apa menantang kepada pemerintahan. Nah ini yang didengar Pak Eko ini, bicara saya ini hanya seorang guru, seorang rakyat, dia disangkanya nantang pemerintahan,” kata Yudha.
Tidak hanya Eko, hal yang sama juga dialami keluarganya. Sang istri bahkan sempat menangis dan ketakutan untuk ke luar rumah.
“Ada perasan paranoid ketakutan ke luar rumah. Apalagi beliau harus melakukan pekerjaan sebagai guru, istrinya yang harus pergi ke pasar, juga ketakutan. Ini yang harus kita bela,” tutur Yudha.
Yudha menegaskan apa yang dialami Eko adalah peristiwa yang mengecewakan. Aparat yang mengatasnamakan aparatur desa melakukan hal yang dirasa kurang baik atau arogan.
Padahal, Pak Eko sendiri mengunggah video tersebut tidak lain adalah ingin memberikan informasi yang sebetulnya, bahwa jalan di daerah itu rusak. Tapi dengan cara guyon, tidak mendiskreditkan siapapun.
“Karena beliau warga di sana dan kerusakan itu sudah cukup lama, jadi beliau membikin video tersebut,” tutur Yudha.
“Ternyata ada feedback yang cukup dirasa tidak baik. Pak Eko terancam, Pak Eko ketakutan, istrinya sangat ketakutan,” tambah Yudha.
Yudha memastikan, DPRD akan bersama – sama dengan Pak Eko. Dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan aparat desa tersebut.
“Inspektorat pun akan kami undang di Hari Senin. Kami ingin tahu apa sebetulnya, karena disini menjadikan pemikiran – pemikiran, yang perlu diluruskan. Seorang guru, seorang masyarakat, yang ketakutan menjadi kewajiban kita untuk kita amankan, kita lindungi,” tutur Yudha.
Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Mohammad Noor






