Diamuk Gegara Jalan Rusak di Cijalingan, Pak Eko dan Istri Alami Tekanan Psikologis

Sabtu, 13 Maret 2021 - 00:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Eko Purtjahtjanto, guru SMPN 1 Cicantayan mengaku mengalami tekanan psikologis pasca diamuk gegara postingan video jalan rusak di Desa Cijalingan. Eko mengaku spat takut keluar rumah.

Hal tersebut disampaikan Eko kepada Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, Jumat (12/03/2021).

“Pak Eko ini sudah terkena sisi psikologisnya. Karena kalau bapak – bapak lihat videonya memang cukup keras ada bahasa apa menantang kepada  pemerintahan. Nah ini yang didengar Pak Eko ini, bicara saya ini hanya seorang guru, seorang rakyat, dia disangkanya nantang pemerintahan,” kata Yudha.

Tidak hanya Eko, hal yang sama juga dialami keluarganya. Sang istri bahkan sempat menangis dan ketakutan untuk ke luar rumah.

“Ada perasan paranoid ketakutan ke luar rumah. Apalagi beliau harus melakukan pekerjaan sebagai guru, istrinya yang harus pergi ke pasar, juga ketakutan. Ini yang harus kita bela,” tutur Yudha.

Yudha menegaskan apa yang dialami Eko adalah peristiwa yang mengecewakan. Aparat yang mengatasnamakan  aparatur desa melakukan hal yang dirasa kurang baik atau arogan.

Padahal, Pak Eko sendiri mengunggah video tersebut tidak lain adalah ingin memberikan informasi yang sebetulnya, bahwa jalan di daerah itu rusak. Tapi dengan cara guyon,  tidak mendiskreditkan siapapun.

“Karena beliau warga di sana dan kerusakan itu sudah cukup lama, jadi beliau membikin video tersebut,” tutur Yudha.

“Ternyata ada feedback yang cukup dirasa tidak baik. Pak Eko terancam, Pak Eko ketakutan, istrinya sangat ketakutan,” tambah Yudha.

Yudha memastikan, DPRD akan bersama – sama dengan Pak Eko.  Dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan aparat desa tersebut.

“Inspektorat pun akan kami undang di Hari Senin. Kami ingin tahu apa sebetulnya, karena disini menjadikan pemikiran – pemikiran, yang perlu diluruskan. Seorang guru, seorang masyarakat, yang ketakutan menjadi kewajiban kita untuk kita amankan, kita lindungi,” tutur Yudha.

Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
Mangkir dari Panggilan DPRD, 11 Perusahaan Tower Dinilai Lecehkan Pemkab Sukabumi
Muhasabah Aparatur DPRD Sukabumi, Sekwan Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Kerja
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi
KM 72 Ambrol, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Berhenti Total Arah Ibu Kota
Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Perda Larangan Miras Tetap Berlaku, Wacana Revisi Ditolak

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:26 WIB

Mangkir dari Panggilan DPRD, 11 Perusahaan Tower Dinilai Lecehkan Pemkab Sukabumi

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:15 WIB

Muhasabah Aparatur DPRD Sukabumi, Sekwan Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Kerja

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi

Berita Terbaru

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:33 WIB

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Senin, 11 Mei 2026 - 23:03 WIB