JURNALSUKABUMI.COM – Beberapa hari terakhir ini, Warga Desa/ Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, dihebohkan dengan pengakuan kehilangan uang misterius yang dialami hampir setiap hari.
Pengakuan tersebut salah satunya dilontarkan Dede Saripudin (22) warga Desa Tegalbuleud yang geram duitnya raib secara tiba-tiba.
“Betul, dari hari Sabtu, Minggu dan Senin kemarin uang saya hilang. Padahal uang saya simpan di dalam tas dan tasnya tidak bolong,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, (24/02/2021).
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai kurir ini mengaku, anehnya lagi kejadian itu bukan hanya dialami olehnya saja. Melainkan, dari informasi beredar pun beberapa warga di sekitar Karanganyar sampai Datarnangka, Tegalbuleud juga mengalami hal serupa.
“Sebenarnya kejadian aneh itu sudah sejak dulu. Tapi baru kali ini banyak warga buka suara. Kemarin sempat saya posting di Facebook. Adanya kejanggalan masalah hilang duit ini tidak sedikit mereka yang pernah kehilangan langsung merespon,” kata Dede.
Bahkan, hasil dari beberapa orang yang merasa kehilangan itu pernah bertanya ke Pak Ustaz, termasuk dirinya langsung menanyakan ke guru ngaji. Dan jawabannya hampir sama.
“Jawabannya tidak lain, antara Jembatan Cibuni perbatasan Kabupaten Sukabumi dengan Kabupaten Cianjur, Karanganyar sampai Datarnangka, di sana ada yang memelihara tuyul,” ucapnya.
Sementara itu, menanggapi adanya kabar tersebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Tegalbuleud pun angkat bicara. Ketua MUI Desa Tegalbuleud, H Fahrudin mengaku sempat mendapat kabar serupa setahun lalu. Namun, informasinya tak berkembang hingga berseliweran di media sosial seperti sekarang ini.
“Baru dengar hari ini lagi dan ramai di status Facebook. Jujur, saya sendiri tahu yang namanya tuyul itu cuma di televisi, menyerupai anak kecil, botak. Secara alamiah tidak pernah dan belum pernah lihat dari dulu sampai sekarang,” jelasnya.
Bahkan, lanjut dia dalam agama dan kitab pun tidak ada keterangan yang terkait dengan tuyul. “Hemat pribadi saya, itu hoax, isu atau gosip. Mereka hanya menulis di status hilang uang, tapi secara kronologis dan faktanya tidak dijelaskan,” sebutnya.
Fahrudin mengatakan, bahwa isu tuyul pernah terjadi pada tahun 2020 dan demi mendalami informasi tersebut Ia berjanji akan menelusuri.
“Kendati demikian, kami akan tetap menyelidikinya, dan minta keterangan kepada mereka yang merasa hilang uangnya. Insya Allah akan ditelusuri,” tandasnya.
Redaktur: Ujang Herlan






