JURNALSUKABUMI.COM – Status Unesco Global Geopark (UGG) yang terletak di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi dikaji ulang pada Agustus 2021 mendatang .
Objek wisata yang terkenal keindahan alamnya itu pertama kali menyandang status Geopark Ciletuh-Palabuhanratu pada tahun 2018 silam oleh Unnesco Global Geopark. Namun, pemerintah sendiri tengah berupaya mempertahankan status green card UNESCO.
“Dalam menghadapi revalidasi pada Agustus nanti, diharapkan seluruh stakeholder dapat memenuhi semua rekomendasi dari Unesco,” ucap Zainul S, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Sabtu (20/02/21).
Menurut ia, mempertahankan status Ciletuh-Palabuhanratu sebagai UGG Sangat penting. Berbagai upaya gencar dipenuhi, seperti edukasi konservasi dan pemberdayaan masyarakat yang akan semakin dikembangkan.
“Status UGG berlaku hingga 16 April 2022. Namun sebelum predikat itu berakhir, pemerintah daerah terus memenuhi 13 rekomendasi yang diberikan Unesco,” kata Zainul
Sementara itu, Plt Asda II Setda Kabupaten Sukabumi, Ahmad Riyadi mengaku pemerintah daerah sudah mempersiapkan segala hal untuk mempertahankan status Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Terkait Tahap validasi ulang dimajukan pada 2021 agar bisa melalui tahap tersebut sebelum sertifikat habis.
“Sudah dipersiapkan baik secara administrasi maupun implementasi di lapangan,” tandasnya
Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu Sukabumi tersebut menjadi kawasan pertama di Jabar yang diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Terpilihnya Objek Wisata ini jadi kebanggaan tersendiri bagi Jawabarat. Sebab, dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitarnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor












