JURNALSUKABUMI.COM – Mengutip kata Pramoedya Ananta Toer “Sejarah dunia adalah sejarah orang muda, jika angkatan muda mati rasa, matilah semua bangsa” Itulah kalimat yang disampaikan oleh sastrawan besar Indonesia tentang pemuda.
Hal tersebut dilontarkan, Ketua Simulacrum Institute, Aris Rindiansyah saat dikutip dalam perbincangan hangat bersama Tim Redaksi jurnalsukabumi.com, Kamis (11/02/2021).
Ia menilai, sejarah memang mencatat bahwa peran pemuda memang tak lepas dari perjuangan bangsa ini, baik sejak zaman saat merebut kemerdekaan sampai zaman untuk menurunkan rezim yang dianggap diktator dan menyengsarakan rakyat.
“Dari mulai organisasi Boedi Oetomo, Kongres Pemuda I dan II serta Rengkas Dengklok sampai proses transisi orde lama ke orde baru, bahkan yang terbaru adalah proses transisi orde baru ke orde reformasi,” kata aktivis yang menjabat Sekretaris Departemen Pertanian dan Agro Bisnis MD KAHMI Sukabumi ini.
Sedikit menoleh ke belakang, Aris menjelaskan dalam peristiwa sejarah berkumpulnya kaum muda selalu menghasilkan ide besar untuk bangsa bahkan negara. Boedi Oetomo yang memunculkan kesadaran sebagai suatu bangsa, Kongres Pemuda II yang menegaskan identitas bangsa.
Bahkan lanjut lulusan S1Jurusn Ilmu Komunikasi di STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi ini, begitu juga dengan lahirnya induk organisasi pemuda di Indonesia yaitu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang lahir dari Deklarasi Pemuda Indonesia pada tanggal 23 Juli 1973.
Dari sana, menghasilkan kesadaran kehidupan bernegara dengan menumbuhkan, meningkatkan, dan mengembangkan kesadaran sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
“Sepanjang kiprahnya sebagai induk organisasi pemuda di Indonesia, KNPI menjadi kawah candradimuka dan laboratorium untuk mencetak pemimpin bagi Bangsa dan Negara Indonesia,” bebernya.
“Namun, sejak era reformasi KNPI sendiri seperti kehilangan arah bahkan di beberapa daerah kehilangan ide untuk memandu dan mencetak generasi muda sebagai pemimpin, bahkan kesan yang muncul akan kehadiran KNPI tidak jauh beda dengan organisasi pemuda yang lain, KNPi seperti kehilangan identitas sebagai Induk dari Organisasi Pemuda,” sambung pria kelahiran Sukabumi, 22 Maret 1992 ini.
Kendati demikian lanjut dia, kenyataan ini tidak boleh membuat pemuda pesimis dan kehilangan harapan untuk kembali membawa KNPI ke puncak kejayaannya, menjadi laboratorium untuk mencetak pemuda yang siap menjadi The Next Leader bagi bangsa dan negara.
“Bahkan, Filsuf Romawi Cicero pernah berkata “Historia vero testis temporum, lux veritatis, vita memoriae, magistra vitae, nuntia vetustatis”. Maknanya, realita sejarah adalah saksi zaman, sinar kebenaran, kenangan hidup, guru kehidupan dan pesan dari masa silam,” jelasnya.
Untuk itu, “Sejarah sudah memberikan pesan bagi kita generasi masa kita, bahwa setiap berkumpulnya generasi muda selalu memunculkan ide besar yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara, tanpa menghasilkan ide besar maka kumpulan pemuda tersebut tidak lebih dari obrolan anak nongkrong,” imbuhnya.
Masih kata Mantan Sekertaris Umum HMI Jawa Barat Periode 2018-2019 ini, ketika dunia sedang ramai membahas sebuah gerakan baru yaitu Gerakan Filantropi. Atau, sederhananya kata filantropi dalam bahasa inggris philanthropy dan secara etimologis berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu philos yang artinya cinta dan anthropos yang berarti manusia.
Sehingga lanjut Aris, Filantropi sendiri kemudian bermakna mencintai sesama manusia, dalam artian peduli pada kondisi manusia yang lainnya dan menyayanginya, sehingga kita bertanggung jawab jika orang lain kondisinya tidak sebaik kita. Wujud dari filantropi, misalnya, adalah perilaku kedermawanan dan membangun relasi sosial yang baik antara kaya dan miskin. Inti dari kegiatan filantropi adalah untuk mendorong terciptanya kemaslahatan, public good, dan kesejahteraan bersama.
“Jika melihat kondisi dunia yang sedang dilanda pandemi covid-19 yang memberikan dampak tidak hanya pada sektor kesehatan tapi juga ekonomi, maka gerakan ini bisa menjadi solusi yang ditawarkan oleh masyarakat disamping solusi lain yang diciptakan oleh pemerintah dalam bentuk kebijakan untuk meminimalisir dampak dari pandemi ini,” cetusnya.
Bahkan, “Jika gerakan ini dimotori oleh pemuda atau bahkan KNPI yang merupakan induk organisasi pemuda maka lambat laun gerakan ini menjadi ide besar yang diusung oleh pemuda yang berkumpul di KNPI untuk menjawab tantangan zaman,” jelasnya.
Masih kata dia, gerakan Filantropi yang akan diusung oleh KNPI tidak hanya tentang kedermawanan harta, tapi juga kedermawanan ilmu dan tenaga yang dimiliki oleh pemuda, ini diwujudkan dengan turut sertanya KNPI dalam mewarnai penting dalam kehidupan bernegara seperti sektor pendidikan, kesehatan dan sektor keagamaan serta sektor penting lainnya.
“Gerakan Filantropis KNPI atau kita sebut KNPI yang Filantropis adalah KNPI yang hadir dalam setiap permasalahan masyarakat dari semua sektor, KNPI yang menunjukan ide besar dan segar Khas Anak Muda serta KNPI Yang kembali menciptakan zaman ke-emas-an.
Mari Wujudkan KNPI Filantropis, Sebuah Langkah baru untuk menghadirkan kembali Kejayaan Pemuda,” tutup Wakil Sekertaris 1 PK KNPI Cikembar 2012-2015 ini.
Redaktur: Ujang Herlan






