Pemkot Sukabumi Perketat Akses Masuk, Kenapa ?

Senin, 16 November 2020 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Akses masuk menuju Balai Kota Sukabumi saat ini diperketat, masyarakat dan pegawai yang hendak menuju gedung Pemerintah Kota Sukabumi pun dibatasi. Pengetatan itu dilakukan terkait adanya pegawai Pemkot Sukabumi terkomfirmasi Covid-19.

Sesuai pantauan di lapangan, setiap orang yang masuk harus menerapkan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker yang sesuai anjuran pemerintah, bahkan dipintu masuk sudah didirikan pos penjagaan pengecekan suhu tubuh hingga penggunaan handsanitizer. Selain itu, akses masuk dan keluar saat ini dipusatkan disatu titik.

Informasi yang berhasil dihimpun, pengetatan itu dilakukan untuk mengatisipasi penyebaran covid-19 di lingkuanga Pemkot Sukabumi, lantaran ada beberapa pegawai terpapar virus covid-19.

“Ya, hanya dibatasi karena beberapa staf Pemda Aparata Negri Sipil (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) ada yang terkomfirmasi covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Rita Fitri, kepada wartawan, Senin (16/11/20).

Dia menjelasakn, sejak bulan April sampai November saja saat ini sudah tercatat sekitar 80 orang pegawai dilingkungan Pemkot Sukabumi terkomfirmasi positif covid-19. Hal itu membuat Pemkot Sukabumi lebih diperketat akses masuk orang dari luar.

“Dari 10 bulan sejak april itu sudah ada sebanyak 80 orang terkomfirmasi covid -19 dari mulai pegawai pemda baik dari dinas, rumah sakit, dan pukesmas gak semua pegawai negeri ya. Tapi ada juga tenaga lapangan tenaga kontrak dan lain-lain,” imbuhnya.

Namun lanjut dia, pasien positif yang berada di lingkungan pemda masih dalam keadaan baik, pasalnya mereka tergolong Orang Tanpa Gejala (OTG) penanganannya pun saat Ini mereka menjalani isolasi mandiri.

“Merek semua isolasi mandiri alhamdulillah,” singkatnya.

Selain pengetatan dan pembatasan orang yang masuk tambah dia, untuk menatisipasi penyebaran, saat ini pihaknya sedang melakukan pembahasan bersama pemerintah Kota Sukabumi, diantaranya kata dia Pemkot Sukabumi akan mengurangi aktivitas secara tatap muka.

“Sedang dibahas ini, diantaranya agar mengurangi pert tatap muka, selain itu kontak erat langsung swab,” pungkasnya.

Reporter : Rizky Miftah || Redaktur : FK Robbi

Berita Terkait

Saka Pramuka Anti Narkoba Resmi Dilantik, Kwarcab Sukabumi Perkuat Gerakan Generasi Bersinar
Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH
DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk
BPR Sukabumi Terus Berinovasi, SIMPEN Jadi Jembatan Layanan Perbankan yang Lebih Mudah
Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bakal “Putihkan” Sukabumi dengan Aksi Damai dan Istighosah

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:43 WIB

Saka Pramuka Anti Narkoba Resmi Dilantik, Kwarcab Sukabumi Perkuat Gerakan Generasi Bersinar

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:33 WIB

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:10 WIB

MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:55 WIB

Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH

Berita Terbaru