JURNALSUKABUMI.COM – Menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, Pramuka Peduli Bencana, Kwartir Cabang Pramuka Kota Sukabumi, mensosialisasikan penerapan kebijakan manajemen resiko pramuka peduli. Acara digelar Kwartir Ranting Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi.
Wakil Ketua Pramuka Kwarcab Kota Sukabumi, Raden Kusumo menjelaskan, kegiatan sosialisai tersebut, pertamakali dulakukan di Kota Sukabumi. Acara diikuti oleh belasan anggota gugus tugas Kwaran Pramuka Kecamatan Gunung Puyuh.
“Hari ini kita dari Pramuka Peduli Kota Sukabumi, mengadakan pelatihan manajemen resiko kepada Kwartir Ranting Gunung Puyuh. Dimana kegiatan ini merupakan program yang akan dilaksanakan disemua kopti ranting gerakan pramuka se-Kota Sukabumi,” kata Raden, kepada wartawan. Jum’at (23/10/10).
Sosialisasi manajemen resiko bencana ini lanjut Raden, merupakan kepedulian dari Pramuka Peduli Kota Sukabumi, yang bertujuan agar pembina – pembina disetiap gugus depan bisa memahami, bagaimana mereka bisa menerapkan pola didik dan pola asuh kepramukaan disetiap gugus tugasnya masing – masing.
“Hal ini sangat penting dilakukan, karena kita ketahui beberapa hari yang lalu pernah terjadi ada siswa pramuka yang hanyut dikarenakan adanya kelalaian pembina dalam memahami gejala bencana atau memitigasi bencana,” ujarnya.
Selain itu dia menjelaskan, sosialisasi tersebut selain fokus terhadap anggotanya, juga bertujuan agar seluruh anggota pramuka bisa membantu masyarakat ketika terjadi kebencanaan. Terlebih lagi saat ini kata dia, di Wilayah Kota Sukabumi sudah memasuki musim penghujan.
“Seperti kita ketahui, di daerah daerah tertentu, di Kota Sukabumi sering terjadi bencana seperti longsor dan banjir. Semua itu akan kita akan bantu ketika ada bencana. Alangkah baiknya jika kita mampu memitigasi atau memprediksi sejak dini bencana khususnya di daerah yang rawan. Semuanya kita bahas dalam sosialisai ini,” jelasnya.
Raden berharap. Pramuka Peduli akan selalu menjadi pendorong mitra kerja kwartir ranting dalam hal kebencanaan, baik dalam mitigasi bencana pencegahan bencana maupun dalam situasi kegawatdaruratan.
“Dengan sosialisasi ini saya berharap, di setiap gugus depan bisa memahami agar pola didik dan asuh anggota pramuka dapat dipetakan, dan mampu memitigasi bencana. Bisa saja terjadi saat mereka sedang camping ataupun bermain di alam bebas,” pungkasnya.
Dia menambahkan, program sosialisasi tersebut, akan terus laksanakan di tujuh kwartir ranting gerakan pramuka di Kota Sukabumi yang akan digelar hingga akhir bulan november.
Reporter : Rizky || Redaktur: Usep Mulyana












