JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengecek kondisi bangunan. menyusul rentetan gempa bumi yang sering terjadi di wilayah Kota Sukabumi beberapa hari ini.
Kepala pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imron Wardani mengatakan, meskipun belum diketahui apakah rentetan gempa tersebut bisa memicu gempa yang lebih besar dari aktifitas sesar Cimandiri. Namun, Ia meminta masyarakat untuk tetap waspada.
“Warga agar selalu rajin mengecek rumah dan lingkungan dengan memastikan bangunan rumah,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (13/09/20).
Lanjut dia, himbauan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih besar ataupun terjadinya korban jiwa, mengingat Sukabumi termasuk wilayah rawan gempa.
“Karena sampai saat ini belum ada alat yang bisa memprediksi terjadinya bencana. Oleh karena itu, untuk mencegah segala kemungkinan masyarakat harus tanggap apabila ada retak pada bangunan agar segera melakukan perbaikan untuk penguatan bangunan supaya tidak terjadi kerusakan yang lebih besar,” tuturnya.
Lebih jelas dia mengatakan, rentetan gempa yang terjadi di beberapa berlokasi, yakni di darat pada jarak 18 km Tenggara Kota Sukabumi pada kedalaman 10 kilometer, 7.11 LS – 106.93 BT (21 km Barat Daya Kota Sukabumi), Kedalaman 3 Kilometer, 7.11 LS – 106.93 BT (20 km Selatan Kota Sukabumi), Kedalam 4 Km dan 7.11 LS – 106.93 BT (21 km Barat daya Kota-Sukabumi), Kedalaman 3 Kilometer.
“Sedangkan kekuatannya berkisar antara magnitudo 2,4 sampai 3,3. Jenis gempanya tektonik,” jelasnya.
Ia menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang diakibatkan oleh rentetan gempa tersebut. Namun dari kerusakan yang terjadi di Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, 4 September lalu menimbulkan kerugian kurang lebih Rp 57 juta.
“Sebagai upaya mitigasi gempa, BPBD akan terus menghimbau agar pemerintah, masyarakat dan swasta serius dalam mewujudkan bangunan aman gempa serta memahami cara sesaat saat terjadi gempa bumi karena Sukabumi merupakan wilayah rawan gempa,” pungkasnya.
Reporter: Rizky Miftah II Redaktur: Ujang Herlan






