JURNALSUKABUMI.COM – Semangat kebersamaan dan gotong royong terlihat kuat di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, saat puluhan warga dari berbagai unsur turun langsung membersihkan lahan yang akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau alun-alun.
Sejak pagi, masyarakat tampak berjibaku membabat ilalang, semak belukar, hingga pepohonan yang menutupi area lahan. Kegiatan ini menjadi langkah awal menyambut rencana pembangunan RTH yang diharapkan menjadi ruang publik baru sekaligus ikon kebanggaan warga Sagaranten.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu untuk terlibat dalam kegiatan gotong royong tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu semua yang sudah memenuhi undangan untuk bergotong royong menyambut pembangunan ruang terbuka hijau atau alun-alun di Kecamatan Sagaranten,” ujar Budi di sela kegiatan, Minggu kemarin (1/2/2026).
Menurutnya, keterlibatan semua unsur masyarakat sejak tahap awal sangat penting agar pembangunan RTH benar-benar dirasakan sebagai milik bersama, bukan hanya milik satu wilayah.
“Kenapa saya ingin melibatkan semua pihak, karena saya ingin kegiatan ini tersosialisasi dengan baik. Nantinya masyarakat akan merasa memiliki dan bangga ketika pembangunan ini sudah terealisasi. Meskipun lokasinya di Desa Sagaranten, alun-alun ini akan menjadi kebanggaan kita semua, bukan hanya warga Sagaranten,” tegasnya.
Budi juga menyebutkan bahwa kegiatan gotong royong ini tidak hanya dilakukan satu hari. Rencananya, pembersihan lahan akan dilanjutkan keesokan hari dengan melibatkan unsur Forkopimcam, seperti Camat, Danramil, dan Kapolsek, yang berkolaborasi bersama masyarakat.
“Insyaallah kegiatan ini akan dilanjutkan. Kami berharap apa yang direncanakan bisa berjalan lancar, diberi kemudahan, dan apa yang telah dilakukan bersama-sama ini menjadi nilai ibadah,” tambahnya.
Menariknya, di sela-sela proses pembersihan lahan, warga sempat dikejutkan dengan ditemukannya seekor ular sanca sepanjang kurang lebih tiga meter yang bersembunyi di semak belukar.
Ular tersebut berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban, sekaligus menjadi pengingat bahwa lahan tersebut memang sudah lama tidak tersentuh.
“Gotong royong ini menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan ruang publik yang hijau, nyaman, dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

















