JURNALSUKABUMI.COM – Dalam proses validasi data dengan fakta di lapangan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi gelar Focus Group Discusion (FGD) evaluasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati tahun 2024 di Caldera Rafting Adventure, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Selasa (18/2/2025).
FGD ini dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi, Timses Paslon dan insan Jurnalis yang aktif dalam melakukan pemberitaan Pilkada.
“Setelah kami melakukan proses FGD maka kami mendapatkan beberapa masukan diantaranya adalah kaitan dengan persoalan regulasi. Titik tekannya adalah ketepatan regulasi dan mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan penyelenggaraan di tingkat bawah,” kata Kepala Divisi Data dan Informasi KPU Kabupaten Sukabumi, Budi Ardiansyah kepada jurnalsukabumi.com.
Para peserta menyoroti dengan tingkat partisipasi masyarakat Pilkada 2024 yang hanya mencapai 57 persen. Budi, menegaskan bahwa partisipasi tidak hanya menjadi kewajiban KPU Kabupaten Sukabumi, tetapi menjadi kewajiban pemangku kemenangan sehingga penurunan partisipasi ini ke depan bisa ditingkatkan kembali.
Beberapa faktor diungkapkan oleh Budi yang menjadikan tingkat partisipasi menurun hingga pragmatisme masyarakat pada Pilkada 2024. Evaluasi yang diungkapkan mulai dari waktu pemilihan hingga berkurangnya jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjadi bahan evaluasi bagi seluruh peserta.
“Sebenarnya kita sudah melakukan proses maping sejak awal memotret partisipasi rendah pada pemilu ataupun kita melihat Pilkada 2020,” ujar Budi.
Terkait dengan Kecamatan yang memiliki tingkat partisipasi terendah, Budi menyebutkan Kecamatan Cidolog menjadi kecamatan yang memiliki tingkat partisipasi terendah di bawah 50 persen.
Hasil dari FGD yang dilakukan akan dibawa oleh KPU Kabupaten Sukabumi sebagai bahan evaluasi di tingkat Provinsi nanti dan akan diteruskan ke KPU RI sebagai bahan pembentukan regulasi Pemilu ke depannya.
“Mudah-mudahan dengan FGD ini kita bisa mendapatkan formulasi regulasi untuk menjalani pemilihan yang berujung ke kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ahmad Fikri






