JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya ada lima rumah mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah di Kampung Tegalkaso RT. 03/05 Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas.
Plt. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Medi Abdul Hakim mengatakan, pergerakan tanah terjadi saat curah hujan tinggi pada Jumat (01/12/2023) kemarin.
“Terdapat lima rumah yang dihuni lima Kepala Keluarga (KK) mengalami kerusakan, dua rusak berat dan 3 rusak ringan,” kata Medi.
Dari lima KK tersebut, terdapat 21 jiwa yang menghuni lima rumah tersebut. Dua rumah yang mengalami rusak berat, dan 9 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah saudara terdekat.
Medi mengatakan, tiga rumah yang berada di samping rumah rusak berat dan ambruk hanya mengalami rusak ringan. Dampak kerusakan menimbulkan beberapa retakan di dalam rumah warga. BPBD Kabupaten Sukabumi meminta agar warga yang terdampak untuk mengungsi, karena pergerakan tanah tersebut bisa terpicu akibat hujan.
“Kita rekomendasikan untuk mengungsi yang mengalami rusak ringan,” jelas Medi.
Lebih lanjut, BPBD Kabupaten Sukabumi, berencana akan mengkaji kondisi wilayah bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Sementara, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cireunghas, Muhammad Fadil menyebutkan bahwa pergerakan tanah terjadi pertama kali pada hari Minggu, (26/11/2023) lalu.
“Berawal hujan deras di hari Minggu lalu, pertama kali retakan pada kolam milik bapak Atu pada pukul 23.30 WIB, dan terus meluas dengan radius kurang lebih 80 meter,” ujar Fadil.
Dia menjelaskan, terdapat 43 rumah yang saat ini telah melaporkan terjadi retakan-retakan kecil terjadi di rumahnya. Warga dihimbau untuk waspada pergerakan tanah dapat terjadi dengan cepat setiap waktunya. “Tadi sekira pukul 3 sore, 1 rumah ambruk rata dengan tanah,” tuturnya.
Hujan terus menerus yang terjadi hampir setiap hari membuat pergeseran tanah semakin cepat dan membuat retakan kembali. Puncaknya, lanjut Fadil, pada Jumat 1 Desember 2023, 2 rumah langsung mengalami rusak berat, bahkan 1 rumah ambruk rata dengan tanah.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan






