Klarifikasi KCD Disdik Wilayah V Jabar Terkait Tidak Adanya SISWA SMA Pada Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Selasa, 3 Oktober 2023 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Lima Faudiamar, menjelaskan absennya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam upacara peringatan Hari Kesaksian Pancasila di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, absensi siswa SMA disebabkan oleh ketiadaan undangan resmi.

“Saya juga mohon maaf yang sebesar besarnya atas ketidaknyamanan Pak Bupati terkait ketiadaan siswa SMA dalam upacara Hari Kesaksian Pancasila. Di sisi lain, pihak sekolah juga menunggu undangan resmi untuk mengerahkan siswa-siswi,” ucap Lima Faudiamar.

Lima Faudiamar menegaskan bahwa undangan untuk tanggal 1 Oktober belum diterima. Meskipun demikian, ia memberikan jaminan bahwa kejadian semacam ini tidak akan terulang di masa mendatang.

Sebelumnya, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menyampaikan kekecewaannya terkait ketidakhadiran siswa-siswi SMA dalam upacara Hari Kesaksian Pancasila.

Marwan menyoroti perbedaan tanggung jawab dalam pengelolaan pendidikan antara pemerintah pusat dan daerah yang mungkin menjadi penyebabnya.

Bupati Sukabumi menekankan pentingnya keterlibatan SMA dalam peringatan Hari Kesaksian Pancasila sebagai momen vital untuk mengukuhkan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi negara yang diakui.

Namun, ia mencatat bahwa perubahan aturan kewenangan dalam pengelolaan pendidikan telah menyebabkan perbedaan tanggung jawab di berbagai tingkat pendidikan, termasuk SMA, SMP, dan SD.

Hal ini membuat beberapa kepala sekolah SMA merasa tidak berkewajiban untuk mengikuti upacara seperti Hari Kesaksian Pancasila.

“Padahal kita bisa habisin mereka sebetulnya, tapi tadi aturan-aturan yang menyebabkan perbedaan perbedaan tanggung jawab itu tadi harusnya kita di atas. Kami sudah meminta tidak ada lagi jenjang SMA, SMP SD itu beda dalam pengawasan. Kalau perguruan tinggi tidak masalah, ini seharusnya paling penting anak-anak yang perlu didoktrin ideologi pancasila,” ungkap Marwan.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: AA Rohman

Berita Terkait

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi
KM 72 Ambrol, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Berhenti Total Arah Ibu Kota
Momentum Persaja Kabupaten Sukabumi: Tegakkan Keadilan dan Perkuat Solidaritas Adhyaksa
Perda Miras Disorot, Garis Sukabumi Raya Desak Penegakan Tegas
Kecelakaan Maut di Sukabumi–Cianjur, Pemotor Tewas Terlindas Truk

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:31 WIB

Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:43 WIB

KM 72 Ambrol, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Berhenti Total Arah Ibu Kota

Berita Terbaru

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:33 WIB

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Senin, 11 Mei 2026 - 23:03 WIB