Disdagin Kabupaten Sukabumi Akui Terjadi Kenaikan Harga Beras

Selasa, 5 September 2023 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kekeringan dampak dari fenomena El Nino, tampaknya telah berpengaruh terhadap pertanian hingga menyebabkan harga beras di pasaran merangkak naik.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni mengatakan, kemarau panjang tahun ini, telah berdampak pada harga sejumlah harga bahan pokok penting (Bapokting) di 12 pasar yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi, mengalami kenaikan. Diantaranya, harga beras, cabai dan bawang merah.

“Dari semua komoditi ini, memang harga beras yang menjadi perhatian pemerintah. Kenaikan harga itu salah satunya dampak dari fenomena El Nino itu,” kata Dani dalam ketwrangannya, pada Selasa (05/09/2023).

Dani menjelaskan, salah satu penyebab kenaikan beras di pasaran, karena kemarau panjang hingga menyebabkan para petani, khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi, tertunda masa panennya.

Ini dilakukan karena lahan pertanian padi pada umumnya, tidak bisa teraliri air secara maksimal. “Jadi, akibat El Nino itu musim tanam di wilayah Kabupaten Sukabumi mundur, menjadi Oktober 2023,” terang dia.

Berdasarkan laporan petugas di lapangan, Dani mencontohkan, di Pasar Cicurug harga beras telah mengalami kenaikan. Yakni, untuk beras premium Rp13 ribu menjadi Rp13.500 per liter. Sementara, untuk beras medium naik dari semula harga Rp12.500 menjadi Rp13.500 per liternya.

“Jadi naik Rp500 per liternya. Harga normal kisaran itu cuman terjadi kenaikan, biasanya Rp11 ribu untuk jenis beras premium,” jelas dia.

Ketika disinggung mengenai inflasi, Dani menjawab, bahwa ketersediaan dampak inflasi daerah maupun nasional, dinilai aman. Namun demikian, Disdagin Kabupaten Sukabumi tengah menunggu surat keputusannya.

“Memang faktanya seperti itu, dari data memang beras kita surplus, dan surplus itu salah satunya memenuhi kebutuhan daerah lain. Jadi antara kondisi nasional dan di daerah nyambung. Seperti di nasional secara rata-rata beras naik, tapi tidak terlalu jauh,” tutup dia.

Reporter: Fira AFS | Refaktur: AA Rohman

Berita Terkait

Rotasi Baru, Waka Polres Sukabumi, Kasat Lantas hingga Kasi Humas Berganti
Dua Pemuda di Sukabumi Ditangkap Tim Macan Bintana, Bawa Sajam Dini Hari
Libur Jelang Ramadan Berujung Stres, Exit Tol Parungkuda Macet Berjam-jam
Lansia di Jampangkulon Tewas Dikeroyok Usai Cekcok di Sawah, 7 Orang Diamankan Polisi
TAHARA Jadi Andalan Warga, BPR Sukabumi Kalapanunggal Catat Kenaikan Signifikan
Proyek Panas Bumi DMCG Cisolok Dipaparkan, Pakar Pastikan Aman!
Pencuci Piring Dapur SPPG di Sukabumi Tertangkap Tanam Ganja
KPK Hibahkan Lahan Sitaan Senilai Rp780 Juta ke Pemkab Sukabumi

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 19:32 WIB

Rotasi Baru, Waka Polres Sukabumi, Kasat Lantas hingga Kasi Humas Berganti

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:43 WIB

Libur Jelang Ramadan Berujung Stres, Exit Tol Parungkuda Macet Berjam-jam

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:21 WIB

Lansia di Jampangkulon Tewas Dikeroyok Usai Cekcok di Sawah, 7 Orang Diamankan Polisi

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:56 WIB

TAHARA Jadi Andalan Warga, BPR Sukabumi Kalapanunggal Catat Kenaikan Signifikan

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:28 WIB

Proyek Panas Bumi DMCG Cisolok Dipaparkan, Pakar Pastikan Aman!

Berita Terbaru

HUKUM

Polisi Sita Puluhan Botol Miras di Jalur Lingkar Selatan

Minggu, 15 Feb 2026 - 18:27 WIB