Distan Kabupaten Sukabumi Sebut Produksi Padi Organik di Cikembar Mencapai 625 ton GKG

Senin, 4 September 2023 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi mulai mengembangkan produksi padi organik. Saat ini pelaksanaan proyek percontohan berlangsung di Kecamatan Cikembar.

Sekretaris Distan Kabupaten Sukabumi, Iman Surahman mengungkapkan bahwa adopsi praktik pertanian organik membawa beragam manfaat, terutama dalam hal kesehatan manusia. Keuntungan lainnya adalah padi organik bebas dari residu kimia yang seringkali ditemukan pada hasil pertanian konvensional.

“Saat ini, kesadaran akan pentingnya kesehatan semakin meningkat, dan ini telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan nilai jual padi organik,” ujar Iman, Senin (4/9/2023).

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan kata Iman Surahman, program pertanian pro organik juga telah memberikan hasil yang nyata dalam hal keberlanjutan lingkungan. Upaya ini ditunjukkan melalui pelaksanaan kegiatan Farmers Field Day (FFD), yang telah berhasil mengadakan panen raya padi organik di Poktan Sugema dan Gapoktan Sugih Mukti, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar.

“Data yang kami miliki menunjukkan bahwa telah berhasil terpanen sebanyak 625 ton gabah kering dari lahan seluas 43,17 hektar. Hasil ini diperoleh dari dua Gapoktan,” terangnya.

Iman Surahman berharap agar para petani dapat mengubah pola pikir dan beralih ke praktik pertanian organik. Inisiatif ini diterapkan melalui acara Sekolah Lapang Genta Organik yang secara rutin diadakan.

“Dalam jangka pendek, keuntungan dari pertanian organik mencakup pengurangan biaya produksi yang tinggi akibat pembatasan pupuk bersubsidi dan perbaikan lingkungan. Namun, dalam jangka panjang, kami berharap akan terjadi peningkatan pendapatan petani,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, Iman mengakui bahwa program pertanian organik menghadapi tantangan, tidak hanya terkait dengan pengendalian hama dan penyakit tanaman, tetapi juga dalam mengajak petani untuk beradaptasi dengan metode pertanian yang lebih ramah lingkungan.

“Dengan memperhatikan tingkat kesesuaian lahan dan minat petani, kami percaya bahwa padi organik dapat menjadi komoditas unggulan di masa mendatang, tidak hanya di Kecamatan Cikembar, tetapi juga di seluruh Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: AA Rohman

Berita Terkait

Remaja di Cibadak Diduga Jadi Korban Penipuan, Motor Dibawa Kabur OTK
Perangkat Daerah Mangkir dari Paripurna DPRD, Wabup Andreas: Kehadiran Itu Kewajiban
Tak Ada Toleransi! DPRD Sukabumi Desak Kasus Narkoba Kades Tamanjaya Dituntaskan
Meninggalkan Kampung Lama, Kasepuhan Ciptamulya Bersiap dengan Identitas Baru
DPRD Mulai Bedah Penyertaan Modal Perumda Pesona Pariwisata dan Aturan Ketenagakerjaan
327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja
Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan
Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Remaja di Cibadak Diduga Jadi Korban Penipuan, Motor Dibawa Kabur OTK

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Perangkat Daerah Mangkir dari Paripurna DPRD, Wabup Andreas: Kehadiran Itu Kewajiban

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Tak Ada Toleransi! DPRD Sukabumi Desak Kasus Narkoba Kades Tamanjaya Dituntaskan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Meninggalkan Kampung Lama, Kasepuhan Ciptamulya Bersiap dengan Identitas Baru

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:04 WIB

DPRD Mulai Bedah Penyertaan Modal Perumda Pesona Pariwisata dan Aturan Ketenagakerjaan

Berita Terbaru