Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Pondok Pesantren di Sukalarang

Rabu, 4 Januari 2023 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren Riadu Syamsiyah di Kampung Cimanggu RT. 03/01 Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (3/1/2023) malam.

Kapolsek Sukalarang Resor Sukabumi Kota, AKP Asep Jenal Abidin mengungkapkan, penyebab terjadinya kebakaran itu diduga kuat akibat korsleting listrik. Beruntung, pada saat itu para santri sedang mengikuti pengajian di Majelis Ponpes Riadu Syamsiah yang lokasinya terpisah dari bangunan yang terbakar. Bangunan yang terbakar merupakan bangunan kobong berlantai dua tempat mondok para santri.

Lanjut dia, sedikitnya ada 18 kamar yang ludes dilalap si jago merah berikut barang di dalamnya seperti Al-Qur’an, kitab-kitab ngaji, pakaian santri dan uang bekal santri, handphone dan lain sebagainya. kerugian ditaksir sekitar Rp 150 juta.

“Bangunan yang terbakar ini tempat tinggalnya para santri sekitar 18 ruangan dan ini semua terbuat dari bahan yang mudah terbakar yaitu kayu. Kegiatan hari ini kita dari pihak kepolisian bersama santri membantu untuk membuang puing-puing bangunan kebakaran,” kata Asep dalam keterangannya pada Rabu (4/1/2023).

Dugaan sementara percikan api dari korsleting listrik, namun pihak Kepolisian pun kini masih menyelidiki terjadinya peristiwa kebakaran tersebut.

“Yang lain ada pengajian yang diadakan di pesantren, beda tempat ini hanya kobong saja. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa semua selamat,” ujarnya.

Sementara, Pimpinan Ponpes, Muhammad Nahrowi mengatakan, akibat peristiwa tersebut kini para santri membutuhkan bantuan makanan dan pakaian.

“Santri ada tempat lain di komplek yang satu lagi. Yang dibutuhkan santri sekarang beras, baju dan uang tunai,” singkatnya.

Para santri pun harus rela kehilangan harta bendanya yang disimpan di dalam kamar tempat mondok nya itu, rata-rata para santri harus kehilangan uang bekalnya selama satu bulan ke depan. Terlihat pada rabu siang, para santri masih mencari harta mereka dalam puing-puing sisa bangunan yang terbakar.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru