JURNALSUKABUMI.COM – Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengatakan, Pemkab Sukabumi telah menyiapkan 20 jenis komoditas untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
Hal itu disampaikan Ade, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi daerah bersama Kemendagri RI secara Virtual di Command Center Sekretariat Daerah. Palabuhanratu, Senin (24/10/22).
“Mudah-mudahan di Kab. Sukabumi peningkatan inflasi tidak terjadi, karena dilihat dari stok 20 komoditas insyallah siap, hanya saja tinggal pengecekan dilapangan,” kata Ade.
Terjadinya peningkatan inflasi sambungnya, merupakan tanggungjawab bersama. Oleh karena itu, seluruh stakeholder terkait untuk terus berikhtiar melakukan langkah dalam menangani inflasi di Kabupaten Sukabumi.
Dia menambahkan, terdapat 20 komoditas pangan dan 5 komoditas pokok yang menyebabkan inflasi, diantaranya beras, bensin, sewa dan kontrak rumah serta tarif listrik.
“Oleh karena itu pemerintah daerah harus melaksanakan operasi pasar melalui satgas untuk mengecek bagaimana stok kebutuhan pangan bisa terkendali,” ungkapnya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota bergerak untuk mengendalikan inflasi, lantaran kunci keberhasilan pengendalian inflasi ditentukan dari agregat kerjasama antara Pemerintah Pusat Dan Daerah.
“Tolong jadikan inflasi ini menjadi isu prioritas, inflasi ini bukan main-main. karena ketika inflasi itu terjadi maka akan berdampak kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah” Terangnya
Mendagri mengatakan, apabila suatu daerah mampu mengatasi inflasi dan stabilitas ketersediaan pangan, maka tugas pemerintah pusat akan lebih ringan juga kebutuhan intervensi dalam melakukan penanganan akan lebih rendah.
“Pemerintah Daerah untuk mengumumkan peningkatan inflasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) akan persentase inflasi di masing-masing daerah setiap bulannya” Ujarnya
Mendagri secara tegas meminta kepada daerah untuk memprioritaskan penanganan inflasi. Meski masih tergolong ringan dan dapat terkendali namun jangan menyepelekan isu inflasi tersebut.
Redaktur: Usep Mulyana






