JURNALSUKABUMI.COM – Kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak pada kondisi harga kebutuhan bahan pokok penting (Bapokting) di pasar. Pasalnya, beberapa barang dagangan didatangkan dari luar kota dan mengeluarkan ongkos transportasi yang juga meningkat.
Kondisi kenaikan harga BBM yang berimbas pada harga bapokting dikeluhkan oleh salah satu pedagang. Mereka tidak bisa menjaga daya tarik pembeli saat harga mengalami penyesuaian.
“Dari naiknya BBM berdampak pasti, kan ini barang dari Jawa, Bandung. Jadi membutuhkan biaya besar. Kalau untuk pembeli sedikit, berkurang sekali, dampaknya BBM mahal tea kan, biasanya naik seribu dua ribu, ini lima ribu, jadi peningkatannya gede,” kata Rudi (50) salah seorang pedagang di Pasar Ciwangi, Kota Sukabumi, Senin (5/9/2022).
Rudi mengatakan, kenaikan terbesar hari ini terjadi pada cabai merah. Harga sebelumnya Rp 50 ribu, naik Rp 10 ribu menjadi Rp 60 ribu.
“Baru hari ini naik, jualan kemarin Rp 52 ribu. Cabai merah dari Bandung, kalau cabai keriting Rp 65 ribu,” ungkapnya.
Dia berharap, pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan kenaikan harga BBM. Menurutnya, tak hanya pedagang yang kesusahan, tapi juga turut berdampak kepada pembeli.
“Ya gitu aja BBM dimurahin jadi ke pembeli ringan. Jadikan BBM mahal teh dampaknya ka pedagang oge,” ucap dia.
Ungkapan senada juga disampaikan Usman (37) pedagang ayam, ia mengatakan harga daging ayam potong sudah naik dalam tiga hari ke belakang. Harga semula Rp 32 ribu, kini menjadi Rp 35 ribu per kilogram.
“Naik jadi Rp 35 ribu. Banyak kemungkinan dari pakan, dari BBM juga. Pembeli jelas berkurang, biasanya 2 kilo jadi sekilo,” kata Usman.
Dia menuturkan, berkurangnya pembeli sudah jelas mengurangi pendapatannya sehari-hari. Jika biasanya ia menjual 30 ekor ayam, kini hanya laku terjual 20 ekor.
“Pendapatan berkurang, biasanya jam 09.30 udah pulang. Sehari kalo normal ekor sekarang ekor. Ngaruhnya besar, harapannya stabil lagi lah harganya,” tutur Usman.
Sementara, Kasi Pengawasan Barang Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi M Rifki membenarkan salah satu penyebab kenaikan harga bapokting imbas dari kebijakan harga BBM baru.
Berdasarkan pemantauan di dua pasar induk yakni Pasar Pelita dan Tipar Gede, harga daging ayam broiler naik dari Rp 34 ribu jadi Rp 35 ribu per kilogram. Cabai merah keriting naik dari Rp 65 ribu jadi Rp 75 ribu, cabai hijau keriting naik dari Rp 30 ribu jadi Rp 35 ribu dan cabai rawit merah naik dari Rp 55 ribu jadi Rp 60 ribu.
“Kenaikan itu imbas dari kenaikan harga BBM yang mana Pemerintah mengumumkan kenaikan BBM pada Sabtu 3 September 2022 lalu,” singkat Rifki.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












