Kang Fahmi Bakal Bantu Advokasi dan Pemulangan Pria Asal Citamiang Diduga Dijual ke Laos

Rabu, 24 Agustus 2022 - 17:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, atau yang akrab dengan panggilan Kang Fahmi menanggapi kasus yang dialami salah seorang warganya yang diduga dijual ke Laos. Diketahui, pria berinisial AF (28) warga asal Citamiang itu sudah berada di Laos sejak awal Agustus 2022.

Kang Fahmi menuturkan, akan melakukan upaya yang terbaik untuk memulangkan warga Kota Sukabumi tersebut. Apalagi, hubungan antara almarhum ayah korban dengan dirinya cukup dekat.

“Kita akan melakukan, saya sudah memanggil Disnaker, kita akan lakukan advokasi,” kata Kang Fahmi saat ditemui usai kegiatan IMM di Islamic Centre Kota Sukabumi, Rabu (24/8/2022).

Diketahui, almarhum ayah korban yakni Imam Besar Masjid Agung Kota Sukabumi, KH Ghozali Sanusi bin H Uci Sanusi. Beliau sempat mengimami Presiden Joko Widodo saat melaksanakan shalat di Masjid Agung Sukabumi.

Pihaknya masih membutuhkan informasi mengenai kronologis secara lengkap. Sehingga Pemkot Sukabumi dapat mengambil tindak lanjut yang tepat.

“Tapi kita juga perlu tahu kronologinya dulu seperti apa. Yang jelas kita akan berikan advokasi terbaik,” tutur Kang Fahmi.

Sebagai informasi, sebelumnya AF (28) mengungkapkan kondisi terkini di Laos. Diketahui, ia dan seorang temannya GG (27) diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke negeri tersebut.

AF juga mengungkapkan jika dirinya ingin kembali ke Tanah Air, mereka harus menyiapkan uang sebesar US$ 4.000 atau sekitar Rp 59 juta. Diketahui kurs dolar Rp 14.864. Ia mengungkap, besaran itu didapat saat agen menjual mereka ke perusahaan.

“Keukeuh perusahaan minta ganti rugi sebesar US$ 4.000 karena perusahaan teh itu jadi ngeluarin duit US$ 4.000 (sesuai) harga beli kita dari agen. Jadi agen ngejual kita seharga itu, perusahaan keukeuh minta uang segitu,” jelasnya.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!
Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?
Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar
Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah
Babak Baru SPPG Nagrak Utara III, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Permintaan Rp1 Miliar dari YMQI
Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka
Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas
Tantan Sulton Tekankan Profesionalisme Wartawan, PWI Sukabumi Diminta Perkuat Kompetensi!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:49 WIB

BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Babak Baru SPPG Nagrak Utara III, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Permintaan Rp1 Miliar dari YMQI

Berita Terbaru