Seribu Lebih Marbot dan Tenaga Pendidik Keagamaan Kembali Terima Insentif

Jumat, 8 Juli 2022 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Insentif marbot dan tenaga pengajar pendidik keagamaan yang ada di Kota Sukabumi kembali akan dicairkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, pada triwulan kedua setelah sebelumnya pada triwulan pertama di tahun 2022 anggaran tersebut di refocusing.

Insentif sebesar Rp150 ribu per bulan akan dibayarkan kepada 1993 orang marbot dan tenaga pengajar pendidik keagamaan yang ada di Kota Sukabumi secara bertahap.

Penerimaan bantuan intensif tersebut akan ditransfer melalui nomor rekening masing-masing penerima.

Kabag Kesra, Herman Permana mengatakan bahwa untuk tahun 2022 ini, para marbot dan tenaga pendidik keagamaan yang ada di Kota Sukabumi hanya menerima 8 bulan insentif dengan jumlah Rp150 per bulannya.

“Alhamdulillah, sebagian sudah mulai ditransfer, mungkin secara bertahap sampai minggu depan, silahkan dicek no rekeningnya saja, mudah-mudahan sudah masuk,” jelas Herman saat dikonfirmasi terkait adanya keluhan dari salah satu marbot yang mengaku belum menerima pencairan.

Herman menambahkan bahwa untuk tahun 2022 ini baru dicairkan untuk triwulan dari total 8 bulan, total yang menerima insentif terdiri dari marbot berjumlah 671 orang dan tenaga pendidik keagamaan 1322 orang.

“Nah, sementara yang sudah dibayarkan Rp901.350.000,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu marbot yang ada di Kecamatan Cikole, AT (52) mengeluhkan bahwa sejak awal tahun 2022 hingga saat ini dirinya belum menerima insentif yang biasanya rutin diterimanya per triwulan sebesar Rp450 ribu.

“Saya sudah 3 tahun berjalan selalu menerima insentif untuk marbot, namun sejak awal tahun 2022 hingga sekarang belum terima pencairan lagi, pada Senin (4/7/2022) kemarin ada panggilan untuk datang ke Gedung Qolbun Salim bersama wali kota, saya pikir mau ada pencairan, ternyata tidak,” ujar AT kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (8/7/2022).

Walaupun tidak besar, lanjut AT, insentif tersebut sangat membantu para marbot dan tenaga pendidik keagamaan yang ada di Sukabumi. “Suka arep-arepeun (ditunggu-tunggu) tiap tiga bulan ada uang masuk, buat nambah-nambah penuhi kebutuhan,” tandasnya.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Saka Pramuka Anti Narkoba Resmi Dilantik, Kwarcab Sukabumi Perkuat Gerakan Generasi Bersinar
Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH
DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk
BPR Sukabumi Terus Berinovasi, SIMPEN Jadi Jembatan Layanan Perbankan yang Lebih Mudah
Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bakal “Putihkan” Sukabumi dengan Aksi Damai dan Istighosah

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:43 WIB

Saka Pramuka Anti Narkoba Resmi Dilantik, Kwarcab Sukabumi Perkuat Gerakan Generasi Bersinar

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:33 WIB

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:10 WIB

MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:55 WIB

Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH

Berita Terbaru