JURNALSUKABUMI.COM – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menerima langsung Sertifikat Eliminasi Malaria dari Menterian Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin karena dinilai telah berhasil melakukan upaya eliminasi malaria di wilayahnya.
Penghargaan tersebut diterimanya dalam Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia tahun 2022 yang dipusatkan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (31/5/2022).
“Selain Sukabumi, saya bersama 32 bupati dan wali kota se-Indonesia juga menerima Sertifikat Eliminasi Malaria ini,” kata Marman.
Menurutnya, upaya eliminasi malaria di Kabupaten Sukabumi memerlukan waktu dan persiapan yang lama di antaranya pemusnahan agen infeksi dalam upaya menghalangi penyebaran infeksi (eradikasi) malaria.
“Selain eradikasi dilakukan juga upaya pemberian obat pencegahan atau profilaksis bagi orang yang akan bepergian ke daerah endemis malaria serta pemetaan vektor nyamuk,” terangnya.
Lanjut dia, dari hasil penelitian Kemenkes melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, menunjukkan bahwa di Kabupaten Sukabumi masih terdapat nyamuk Anopheles sebagai vektor malaria akan tetapi tidak ditemukan kasus yang indigenous pada manusia sehingga pada tahun 2021 Kabupaten Sukabumi dinyatakan dapat mengeliminasi penyakit malaria.
Lanjut dia, yang menjadi kendala saat ini adalah pendataan dan surveilans migrasi bagi pekerja migran yang pulang dari daerah endemis malaria yang berpotensi menularkan di Kabupaten Sukabumi.
“Semoga hal ini menjadi perhatian bagi kita di Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar bersama sama dapat mempertahankan status sebagai Kabupaten yang telah berhasil mengeliminasi malaria dengan kasus indigenous malaria NOL sejak tahun 2018,” tandasnya.
Redaktur: Ujang Herlan






