JURNASLUSKABUMI.COM – Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, memiliki daerah wisata yang cukup terkenal, yaitu Situ Sukarame yang merupakan salah satu peninggalan bersejarah masa Hindia Belanda.
Tak hanya itu, kecamatan yang berada di Sukabumi Utara ini ditopang dengan Sumber Daya Alam (SDM), bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan objek wisata yang berpotensi untuk mendongkrak perekonomian warga sekitar, terlebih di tengah pandemi Covid-19.
Camat Parakansalak, H. Royani mengatakan, salah satu potensi wisata yaitu Situ Sukarame dan Curug Sawer yang tak jauh dari pusat pemerintahan Parakansalak. Utamanya Situ Sukarame yang merupakan salah satu peninggalan bersejarah masa Hindia Belanda.

“Dengan adanya destinasi wisata masyarakat bisa terbantu, karena masih digarap warga sekitar, meskipun saat ini masih harus terus dipromosikan,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (12/01/2022).
Belum lagi, kata dia, destinasi wisata di desa lainnya. Salah satunya wisata pegunungan di Desa Sukatani. Di tambah, lahan pertanian yang melimpah dibantu langsung Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di masing-masing wilayah.
Selain tempat wisata, kecamatan ini pun ternyata memiliki segudang produk UMKM salah satunya pembuatan kripik pisang hingga pembuatan bola buliter yang penjualannya bisa mencapai mancanegara.
“Secara ekonomi di kita ada sekitar 1096 UMKM seperti usaha pembuatan home industri pembuatan kripik pisang dan pembuatan bola sepak yang berada di Desa Sukatani dan Desa Sukakersa. Mereka kerja sama dengan Dinas Koperasi para pegawainya rata-rata ibu rumah tangga. Karena selain mengurus rumah mereka juga membuat produksi bola di rumahnya,” imbuhnya.
Untuk itu ia menambahkan, Kecamatan Parakansalak, saat ini terus berupaya mengembangkan produk UMKM hinga tempat wisata agar bisa lebih berkembang.
“Kita berkomitmen agar terus mendongkrak lebih lagi terutama pontensi yang ada di wilayah, apalagi di masa pandemi ini. Selain itu, kita selalu bekerja sama dengan pihak pengelola wisata agar terus mengingatkan kepada masyarakat selalu mengedapankan pemakaian protokol kesehatan hal itu dilakukan guna memutus penyebaran covid-19,” tandasya. (ADV)












