JURNALSUKABUMI.COM – Museum pegadaian yang berada di Jalan Pelabuan II, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, kini telah diresmikan menjadi The New Museum Pegadaian Sukabumi, (13/12/2021).
Peresmian bangunan pertama Pegadaian di Indonesia itu dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto, bersama Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami.
Dalam sejarahnya, bangunan The New Museum Pegadaian Sukabumi adalah bangunan pertama milik PT. Pegadaian yang berfungsi sebagai rumah tinggal kepala cabang pegadaian saat itu, pada tahun 1901.
Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengatakan, saat ini PT Pegadaian sedang melakukan transformasi pada era digital. Oleh karena itu, hadirnya museum ini bisa menambah informasi bagi kalangan masyarakat, terkait Pegadaian.
“Saat ini kita sedang melakukan proses digitalisasi pada Pegadaian. Oleh sebab itu, informasi yang diberikan di The New Museum Pegadaian Sukabumi ini, bisa lebih mengedukasi kepada masyarakat, terkait produk apa saja yang ada di Pegadaian saat ini,”ujarnya.
Selain itu, Damar mengatakan bahwa Pegadaian saat ini memiliki produk dan fasilitas baru yang dihadirkan untuk mengikuti persaingan bisnis digital yang terjadi saat ini.
“Dalam era digital saat ini, banyak layanan Pegadaian yang saat ini bisa di akses hanya melalui genggaman telepon saja. Mulai dari pembayaran listrik, pembelian pulsa, melakukan gadai yang bisa dilakukan secara digital, dan masih banyak lagi fasilitas yang bisa digunakan melalui genggaman telepon,” bebernya.
Dalam museum pegadaian yang baru diresmikan tersebut, Damar mengatakan, selain menyediakan museum dengan berbagai media informasi yang sangat mengedukatif, di lokasi yang masih dalam satu kawasan dengan The New Museum Pegadaian Sukabumi, juga tersedia kafe yang diharapkan bisa menjadi sarana bagi kaum milenial untuk menghabiskan waktu luangnya dengan menikmati secangkir kopi yang diklaim menjadi kopi ternikmat di dunia.
“Selain biaya kunjungan yang gratis, kita juga menyediakan sebuah kafe untuk pengunjung yang hendak kongkow. Untuk masalah harga, meskipun konsepnya kafe, namun harga sudah menyesuaikan, jadi harga dibawah harga kafe pada umumnya,”tandasnya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor






