JURNALSUKABUMI.COM – Hari Anti Korupsi Sedunia, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB HIMASI) melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (09/12/2021).
Aksi demonstrasi tersebut digelar di depan Balai Kota Sukabumi, tepatnya di Jalan R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi.
Ketua PB HIMASI, Danial Fadilah mengatakan, di Hari Anti korupsi ini, pihaknya menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya, soal anggaran pembangunan di Kota Sukabumi yang terindikasi merugikan keuangan negara dan juga mendengar keluh kesah masyarakat soal batuan sosial (Bansos) anggaran Covid-19 tahun 2020.
“Kita masih melakukan sinkronisasi dengan data yang kami punya. Dari 24 ribu data tersebut diduga sekitar 3 ribu datanya fiktif,” ujar Danial kepada Jurnalsukabumi.com.
Menurutnya, setelah melakukan pengecekan ke lapangan, ditemukan nama-nama data penerima bantuan yang sebagian tidak ada, bahkan dilaporkan ada yang sudah meninggal.
“Pada Hari Anti Korupsi ini, PB Himasi menuntut kepada Pemerintah Kota Sukabumi membuka ke publik persoalan ini dan mengusut siapa orang yang bermain di dalam anggaran bansos,” jelasnya.
Selain itu, kata Danial, dalam aksi anti korupsi ini PB HIMASI melakukan demo teatrikal yang menggambarkan beberapa pejabat Kota Sukabumi tengah memberikan uang kepada masyarakat dengan dalih bansos dan PKH. Namun, dalam pemberian bantuannya selalu dipotong oleh pejabat itu sendiri.
“Kami tadi memberikan kesempatan kepada Pemerintah Kota Sukabumi untuk menjelaskannya. Tetapi sangat lama, jadi PB HIMASI balik kanan duluan,” tutupnya.
Dikonfirmasi terpisah, Asisten Daerah dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, Cecep Mansur menjelaskan, Pemkot Sukabumi tadi juga melaksanakan Hari Anti Korupsi bersama pemerintah pusat melalui zoom meeting yang dihadiri oleh pejabat Pemkot Sukabumi.
“Aspirasi dari kawan-kawan mahasiswa tersebut menjadi bahan masukan kepada pemerintah Kota Sukabumi dan akan disampaikan kepada pimpinan,” katanya.
Dijelaskan Mansur, terkait dengan dugaan data bansos fiktif, pihaknya akan mengecek ke lapangan langsung. Karena, baru mendapatkan informasi dari mereka.
“Kita akan menanyakan juga nanti kepada Dinas terkait permasalahan ini,” tandasnya.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan






