JURNALSUKABUMI.COM – Masyarakat dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Jalan Ahmad Yani Gang Nugraha, Kelurahan Gunungparang Kecamatan Cikole Kota Sukabumi dibuat dilema.
Pemerintah Kota Sukabumi hingga saat ini belum memberikan kejelasan soal nasib mereka kedepan jika pembangunan pedestrian selesai dilaksanakan.
Kiki (32) Wakil Ketua Karang Taruna unit 08 Gang Nugraha mengatakan pihaknya mewakili warga sekitar meminta kebijakan dan solusi dari Pemerintah Kota Sukabumi. Apalagi 80% masyarakat di sana menggantungkan hidupnya dengan berjualan di trotoar Jalan Ahmad Yani.
“Kita hanya meminta solusi yang terbaik dari Pemkot Sukabumi, kedepan akan seperti apa. Perhitungkan juga nasib kami yang mencari nafkah dengan berjualan,” kata dia kepada jurnalsukabumi.com, saat disambangi dilapak daganganya yang berada di Gang Nugraha.
Apalagi, lanjut dia, sebelum pembangunan pedestrian itu dilaksanakan para PKL maupun warga sekitar merasa keberatan. Pasalnya, Pemkot Sukabumi tidak melakukan sosialisasi dengan baik dan tepat terhadap warga.
“Kami disini keberatan sebenarnya. Karena sebelumnya dari pemerintah sendiri tidak ada sosialisasi. Tiba-tiba dibangun tidak ada pemberitahuan dulu,” ujarnya.
Hingga saat ini pedagang dan warga sekitar masih diberikan harapan tanpa kepastian. Mereka hanya diberikan, surat peringatan tanpa diberikan kebijakan yang baik.
“Yang kami inginkan pemerintah memberikan solusi atau kebijakan kepada warga sekitar yang berjualan di Jalan Ahmad Yani,” jelasnya.
Jika tidak ada solusi dan jawaban, sambung dia, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melayangkan surat kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Sekaligus ingin bertukar pikiran bersama, mencari titik terang demi kebaikan bersama.
“Kami belum mendengar jawaban apapun dari pemerintah. Bahkan ketika kami mempertanyakan pembangunan ini mau dijadikan apa dan teknis nya seperti apa Pemkot sama sakali tidak memberikan jawaban yang pas dan sesuai,” imbuhnya.
Dia pun menambahkan, warga dan PKL sebetulnya mendukung segala pembangunan yang ada di Kota Sukabumi. Namun dia berharap, Pemerintah harus bisa memperhatikan nasib mereka yang menggantunkan hidupnya dengan berjualan.
“Sebetulnya kami tidak muluk-muluk kami hanya ingin berdagang seperti biasa. Dan jikapun pemerintah memberikan kebijakan kitu pun akan mengikuti tapi dengan solusi yang sama-sama baik untuk kedua belah pihak,” tandasnya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor






