JURNALSUKABUMI.COM – Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Sukabumi mengungkap jumlah warga terinfeksi HIV Aids pada rentang 2004-2020 mencapai 1.001 orang. Dari jumlah tersebut, lima persen diantaranya termasuk kalangan pelajar.
Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi KPA Kabupaten Sukabumi di Gedung Aula Pendopo, Selasa (16/11/2021). Rakor juga dihadiri Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman.
Sekretaris KPA Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman menambahkan rakor ini merupakan kegiatan tahunan dengan melibatkan pentahelik bersama jaringan KPA. Diantaranya posyandu peduli aids, keluarga peduli aids, ustad peduli aids dan pengusaha peduli aids.
“Tujuan rakor ini untuk meningkatkan dan mengoptimalkan temuan kasus HIV AIDS. Setiap tahunnya selalu ditemukan kasus baru.” imbuhnya.
Andi menambahkan, kasus HIV AIDS seperti fenomena gunung es. Melalui rakor ini, KPA bisa berkolaborasi dengan banyak pihak untuk melakukan upaya penanggulangan.
“Dibahas bagaimana terkait penambahan regen, peralatannya, SDMnya juga ditingkatkan. Juga penguatan kesadaran pentahelik untuk membantu KPA secara optimal,” kata Andi.
“Tahun depan kasus-kasus berisiko memaparkan kepada yang lain, selain menyadarkan kalau sudah tahu terinfeksi HIV AIDS tidak akan berbuat nakal dan kita akan kunci dan semoga tidak menularkan kepada yang lain,” ucapnya.
Masih kata Andi, mayoritas penularan HIV Aids di Kabupaten Sukabumi terjadi melalui hubugan seks bebas di kalangan muda, komunitas pekerja seks, dan juga pelajar.
Andi menilai upaya penanggulangan harus dilakukan lebih masif. Jika tidak, bukan tidak mungkin kasus HIV Aids di Kabupaten Sukabumi meningkat hingga tiga kali lipat.
“Dari 1.001 orang yang mengidap HIV Aids di Kabupaten Sukabumi, sekitar 5 persen pelajar. Sisanya mayoritas pekerja seks, kemudian ibu rumah tangga terdampak pekerja seks,” bebernya.
“KPA HIV AIDS Kabupaten Sukabumi mengajak semua lapisan masyarakat, stakeholders, instansi terkait, untuk bekerja sama. Sulit rasanya kalau kita tidak bekerjasama untuk merapatkan barisan bagaimana caranya untuk mencegah HIV AIDS ini yang sangat berbahaya yang akan menyebabkan kematian,” tutupnya.
Sementara itu, Sekda Ade Suryaman mengatakan rakor ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas terkait penanggulangan dan pencegahan penyebaran HIV Aids. Setiap permasalahan yang diungkapkan dalam rakor, nanti ditindaklanjuti.
Ia mengaku prihatin melihat data yang diungkapkan KPA. Menurutnya, perlu ada upaya tindak lanjut agar penyebaran HIV Aids bisa ditekan.
“Misalnya bagaimna kedepannya ada deteksi dini terhadap ibu hamil. Ini penting, karena ibu hamil pengidap HIV Aids dapat menularkan virusnya ke janin yang dikandung,” tuturnya.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor






