Pabrik di Cicurug Disidang Akibat Langgar PPKM Darurat, Ini Sanksinya!

Jumat, 9 Juli 2021 - 15:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Hasil Inspeksi Mendadak (Sidak)  beberapa perusahaan pabrik di wilayah Cicurug, Pabrik garmen PT Yongjin Javasuka Garment menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring), Jumat (09/07/2021).

Informasi yang dihimpun, kegiatan sidang pelanggaran PPKM Darurat ini dilaksanakan di Pendopo Palabuhanratu dan dihadiri sejumlah unsur Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi berikut perwakilan perusahaan yaitu Park Jon dan Irwan S.

“Betul, hasil sidang putusan Tipiring  PT Yongjin dijatuhkan hukuman minimal denda Rp 5 juta subsider atau satu bulan kurungan penjara,” ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Kabupaten Sukabumi, Dista Anggara kepada wartawan.

Kegiatan sidang tersebut kata Dista, merupakan lanjutan dari hasil Sidak yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara bersama petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan BPBD pada Kamis (08/07/2021) kemarin.

“Dari laporan dan hasil Sidak Tim Satgas Covid-19, perusahaan tersebut  jelas melanggar PPKM Darurat,” terangnya.

Masih kata Dista, selain kegiatan sidang perusahaan yang berlokasi di Desa Benda, Kecamatan Cicurug itu. Juga, sekaligus sidang Tipiring lainnya selama PPKM Darurat yang dimulai sejak 3 Juli 2021 kemarin.

“Tidak hanya PT Yongjin sebenarnya. Sidang dilakukan juga bagi pelanggar PPKM Darurat,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara mengatakan, hasil sidak ditemukan banyak pelanggaran yang dilakukan PT Yongjin.

Di antaranya tidak menyediakan tempat cuci tangan, sistem kerja yang tidak mematuhi aturan PPKM, yaitu 50 persen untuk sektor esensial hingga kerumunan karyawan saat keluar masuk PT.

“Hasil Sidak dan diskusi, kita menemukan beberapa pelanggaran PPKM Darurat. Salah satunya, penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) yang tidak maksimal,” ujar Yudha kepada wartawan.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!
Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?
Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar
Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah
Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka
Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas
Tantan Sulton Tekankan Profesionalisme Wartawan, PWI Sukabumi Diminta Perkuat Kompetensi!
SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas

Berita Terbaru