JURNALSUKABUMI.COM – Jejaring media sosial sempat dihebohkan dengan video viral guru yang dimaki-maki aparat desa gegara memposting kondisi jalan rusak di Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, baru-baru ini. Video tersebut pun viral, guru pemosting video pun minta maaf.
Permintaan maaf dari guru SMPN 1 Cicantayan bernama Eko Purtjahjanto bukanlah akhir dari kasus ini. Camat Cicantayan, Sendi Apriadi, turun tangan untuk memastikan kasus tersebut tuntas.
Sendi didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) memfasilitasi mediasi lanjutan antara guru sekolah tersebut dengan Perangkat Desa Cijalingan.
“Kita semua sudah mendengarkan penjelasan dan klarifikasi dari masing masing pihak. Alhamdulillah, semuanya berakhir islah,” ujar Sendi, Jumat (12/13/2021).
Mediasi dilaksanakan di aula rapat salah satu hotel di kawasan Cicantayan. Sendi mengajak semua pihak untuk duduk bersama dan menyamakan persepsi sehingga tidak terjadi permasalahan yang berlarut larut.

“Permasalahan itu sebetulnya sudah selesai saat itu juga, dari kepolisian dan TNI juga menghadiri penyelesaian itu. Sudah dianggap tidak ada masalah maka beliau (guru) membuat klarifikasi, pak kades juga membuat klarifikasi,” tutur Sendi.
“Karena persoalan itu kembali menghangat, hari ini pihak Kecamatan kembali memfasilitasi semua pihak untuk kembali islah,” tegasnya.
Ditempat yang sama Kepala SMPN 1 Cicantayan, Akbar Badar, mengaku bahwa islah antara salah satu guru disekolahnya dengan perangkat desa sudah dilakukan.
“Pertemuan saat ini, untuk mempertegas dan menjaga kondusifitas. Semoga setelah islah ini keadaan bisa kembali kondusif dan tidak terjadi hal yang berkelanjutan,” pintanya.
Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Cijalingan, Didin Jamaludin, dirinya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang telah terjadi dan berharap tidak menjadi masalah sampai berlarut-larut.
“Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian. Kita tetap jaga kekeluargaan dan persaudaraan, bersama kita bangun kabupaten Sukabumi yang lebih baik,” pungkasnya.
Redaktur: Mohammad Noor






