JURNALSUKABUMI.COM – Pemerintah Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, mendatangi SMPN Cicantayan untuk menemui Eko Purcahyanto, salah seorang guru yang telah memposting video jalan rusak yang ditanami pohon pisang, Rabu (10/3/21).
Hal itu dilakukan setelah sehari sebelumnya, Selasa (9/3/21) malam, perangkat Desa Cijalingan, melihat sebuah postingan di Media Sosial (Medsos) Facebook yang memuat tentang kondisi jalan rusak di Cijalingan dengan memakai narasi-narasi yang diduga memanaskan situasi.
Menanggapi viralnya video tersebut, Didin Jamaludin, Kades Cijalingan mulai angkat bicara. Dia mengatakan, kedatangannya ke sekolah untuk mengklarifikasi tentang tersebarnya postingan tersebut hingga beredar luas ke publik.
“Saya datang bersama BPD, LPM dan Karang Taruna ke SMPN Cicantayan tanpa melakukan kekerasan. Kalau ada sikap sedikit emosional itu manusiawi. Kami datang hanya untuk mengklarifikasi kejadian itu, karena yang bersangkutan dianggap tidak kooperatif. Terlebih konten kalimat yang ada di facebook itu, tidak mencerminkan sebagai seorang pendidik,” katanya kepada jurnalsukabumi.com di ruang kerjanya.
Padahal kata dia, rencana pembangunan ruas jalan yang rusak itu, akan segera diperbaiki pada tahun ini. Keterlambatan tersebut kata dia, disebabkan karena terjadinya refocusing anggaran karena digunakan untuk pembiayaan Covid-19.
“Anggaran pembangunan jalan ini sudah masuk RKP dan tercantum dalam APBDes 2021 sebesar Rp150 juta ditambah anggaran banprov Rp60 juta. Volume jalan rusak sepanjang 1600 meter. Insyaallah realisasinya sekitar Agustus atau paling lambat September,” jelasnya.
Sementara itu, Eko Purcahyanto, guru yang memposting berita itu di medsos, menyampaikan permohonan maaf lewat unggahan video berdurasi 49 detik.
“Saya tidak bermaksud menjelekan siapapun terkait postingan saya di media sosial Facebook. Di dasar hati yang paling dalam saya mohon maaf kepada warga masyarakat dan Pemerintah Desa Cijalingan,” ujarnya.
Ditemui di tempat terpisah warga yang tidak ingin disebut namanya mengatakan kondisi jalan rusak tersebut sangat menyulitkan warga dalam beraktivitas. Karena jika tidak berhati-hati bisa membahayakan pengguna jalan.
“Apa yang dilakukan pak Eko juga tidak terlalu salah. Karena kondisi sebenarnya seperti itu. Maka kami meminta kepada Pak Didin selaku kepala desa untuk secepatnya mengambil langkah nyata agar permasalahan sarana transportasi ini cepat tuntas,” katanya.
Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Ujang Herlan






