JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan Narapidana (Napi) Lapas Kelas IIB Warungkiara Sukabumi terus dibekali ilmu keagamaan.
Dari segi prestasi, santri di bawah naungan Pondok Pesantren Saadatuddaaroin ini, masih getol rutin mengaji meski berada di lingkungan Lapas sekali pun.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Warungkiara, Ahmad Tohari mengatakan, selain mengaji santri juga diberi pendidikan bahasa asing yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris. Dengan harapan, terbentuknya santri khusus penghafal Alquran yang menjadi harapan terlahirnya para tahfidz Quran di dalam lapas.
“Alhamdulilah, hingga saat ini pendidikan keagamaan terus digeber. Adapun, untuk jumlah santri yang mengikuti kegiatan pesantren kurang lebih ada 662 Napi,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (24/02/2021).
Ia menjelaskan, sejarah singkat berdirinya Pondok Pesantren ini di awali dari keinginan Kalapas Kelas IIB Warungkiara, Risman somantri periode 2015 – 2018 yang berkeinginan terbentuknya pembinaan keagamaan di dalam lapas berbasis pesantren.
Dari cita-cita itulah, Pak Risman Somantri langsung berkoordinasi dengan ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabuapten Sukabumi, yang pada saat itu masih dijabat oleh Alm. KH Zezen Zaenal Abidin Bazul Ashab.
Dengan adanya niat itu, pimpinan MUI menyambut baik gagasan tersebut sehingga terjalinlah bentuk koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi, Kemenag dan Baznas.
“Dari sana, terlahirlah Yayasan Saadatuddaaroin yang menjadi cikal bakal terbentuknya pondok pesantren resmi dan memiliki ijin operasional penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar pendidikan agama di sini,” kata Ahmad.
Yayasan yang diresmikan pada tahun 2015 oleh Kalapas Warungkiara Pak Risman Somantri, Kemenag, Ketua MUI, Kabag Keagamaan sebagai penanggung jawab itu pun hingga kini masih aktiv menjalankan aktivitas keagamaan.
“Tidak lupa, dilengkapi dengan Pembina yakni, KH. Ruyani, KH. Imam Syamsudin, KH. Uwesulqorni, KH Mustofa kamal, KH Buya Royanudin, UPU Rahman, serta memiliki delapan orang asatidz dan satu orang asatidzah,” tandasnya.
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Ujang Herlan






