JURNALSUKABUMI.COM – Pembelajaraan Tatap Muka (PTM) untuk sekolah-sekolah di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Sukabumi, dipastikan batal dan ditunda. Pengambilan keputusan ini rupanya tidak dilakukan secara serampangan.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar, mengatakan pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan pejabat dinas pendidikan serta praktisi kesehatan. Ada 5 tenaga kesehatan terdiri dari dokter anak, dokter spesialis paru=paru, serta tiga orang direktur dari RSUD Palbuhanratu, Sagaranten, dan Sekarwangi.
“Banyak penyebab kenapa sekolah tidak jadi pembelajaran tatap muka hingga dinyatakan pembelajaran tatap muka ditunda dulu,” kata Hera kepada jurnalsukabumi.com, Jum’at (8/01/21).
Para pejabat dinas pendidikan serta anggota DPRD sebenarnya menyadari bahwa banyak wali murid yang menginginkan sekolah digelar secara tatap muka. Hera menegaskan, atas alasan kesehatan, hal itu tidak bisa dilakukan.
“Lima dokter itu menyarankan pembelajaran tetap pola belajar dari rumah (BDR),” tutur Hera.
“Untuk PTM khusus SD SMP secara total ditunda dulu. Jika ini dipaksakan berarti kita harus siap mengambil resiko,” tandas politisi Partai Gerindra ini.
Sementara itu, pembelajaran tatap muka di beberapa sekolah di Jawa Barat (Jabar) bisa dilakukan secara bertahap dengan prinsip asuh. Namun untuk kabupaten Sukabumi masih melanjutkan pola belajar dari rumah (BDR).
Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dedi Supandi. Kota/kabupaten ditetapkan masih melakukan BDR karena dikhawatirkan bilamana memaksakan sekolah tatap muka di tengah tingginya angka paparan covid-19 bisa menimbulkan cluster baru.
“Kabupaten / kota yang memilih BDR akan melakukan evaluasi perkembangan Covid-19 di Februari 2021,” kata Dedi pada saat jumpa pers diKantor Disdik Jabar Kota Bandung, beberapa waktu lalu.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor






