Miris, Gua Lalay Palabuhanratu Tak Lagi Jadi Incaran Wisatawan

Selasa, 5 Januari 2021 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Objek wisata Gua Lalay Palabuhanratu yang dulunya menjadi lokasi yang digandrungi wisatawan. Kini miris, lokasi wisata tersebut sudah tidak lagi menjadi incaran wisatawan yang menuju Palabuhanratu.

Area wisata Gua Lalay dimana pengungjung dapat menyaksikan ribuan kelelawar yang menghuni gua yang satu ini. Bahkan wisatawan atau pengunjung dari luar kota sudah tidak asing lagi mendengar tempat wisata ini.

“Sejak dulu sampai sekarang pun nama Gua Lalay sudah tidak asing di telinga wisatawan. Namun, saat ini pengunjung atau wisatawan lebih memilih tempat wisata yang lain yang ada di Palabuhanratu dibandingkan Gua Lalay,” ungkap Rudi yang pernah mengurus Gua Lalay, kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (05/01/20).

Saat ditanya apa saja yang menjadi kurangnya diminati wisatawan ke Gua Lalay itu sendiri, Rudi menjelaskan, meski lokasinya yang hanya 3 Km dari perkotaan wilayah Palabuhanratu, berbagai faktor yakni fasilitas, lokasi  kurang bersih dan promosi yang minim.

“Sejak mulai berdirinya PLTU (2008) di Palabuhanratu, pada saat itu lah kira-kira saya berhenti menjadi pengurus Gua Lalay. Dulu ketika saya yang mengurus dan mengelola tempat wisata ini bisa dikatakan pengungjung atau wisatawan selalu meningkat kedatangannya dari tahun ke tahun dan fasiltas yang ada pun terjaga dan terawat,” pungkasnya.

Reporter: CR 5 II Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata
Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Bukit Panenjoan Tenjojaya Kini Jadi Penggerak UMKM Warga
Tepis Isu Kamar 308 Tempat Berburu Mustika, Samudra Beach Hotel Bongkar Fakta Tak Terduga 
Kamar 308 Samudra Beach Tak Hanya Dikunjungi, Kini Disebut Jadi Lokasi Berburu Mustika
Wisata Sukabumi Tak Perlu Gedung Mewah, Wabup Andreas: Rawat Alam, Budaya, dan Kebersihan
Dispar Berlakukan Tarif Parkir Per Jam di Pantai Selatan Sukabumi
PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove
8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Bukit Panenjoan Tenjojaya Kini Jadi Penggerak UMKM Warga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Tepis Isu Kamar 308 Tempat Berburu Mustika, Samudra Beach Hotel Bongkar Fakta Tak Terduga 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kamar 308 Samudra Beach Tak Hanya Dikunjungi, Kini Disebut Jadi Lokasi Berburu Mustika

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Wisata Sukabumi Tak Perlu Gedung Mewah, Wabup Andreas: Rawat Alam, Budaya, dan Kebersihan

Berita Terbaru