JURNALSUKABUMI.COM – Sopir angkutan kota (Angkot) jurusan Lembursitu-Cikembar, Dede Candra (29) secara khusus menceritakan tentang perjuangannya mengais rejeki di masa pandemi Covid – 19 kepada wartawan jurnalsukabumi.com, Selasa (3/11/20).
Warga Kampung Sirnaresmi, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, yang mengaku mengalami penurunan penghasilan cukup drastis di masa pandemi ini menjadi sopir angkutan.
“Sebelum ada pandemi covid-19, saya bisa bawa uang ke rumah Rp 100 ribu sampai Rp200 ribu per-hari,” kata Dede.
Namun setelah pandemi ini kata dia, penghasilan dari narik angkot mengalami penurunan. yaitu, dikisaran Rp 100 sampai 150 Ribu per-hari. Dari hasil itu dia harus berbagi penghasilan dengan pemilik kendaraan.
“Bersihnya,.paling saya hanya bisa bawa uang ke rumah sekitar Rp 50 ribi sampai Rp 28 ribu,” ujarnya
Lanjut Dede, karena sulitnya mendapatkan penumpang, tidak sedikit teman sesama sopir yang lebih memilih tinggal dirumah atau beralih pekerjaan.
Ketika disinggung soal setoran angkot dimasa pandemi, pria yang akrab disapa Edil tersebut mengatakan, ada kebijakkan dari pemilik kendaraan.
“Alhamdulillah, setoran juga mengikuti pendapatan. Biasa setor Rp 130/150 ribu per-hari, sekarang menjadi Rp 70/80 per-hari,” pungkasnya.
Reporter :Ruslan AG || Redaktur: Usep Mulyana






