“Kompas” Ancam Pasang Janur Kematian di Tiap Sudut Sukabumi, Tuntutannya Apa?

Kamis, 15 Oktober 2020 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan buruh yang tergabung dalam wadah Koalisi Masyarakat Pekerja Sukabumi (Kompas) kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Pendopo Sukabumi, tepatnya di Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Rabu (14/12/20).

Dalam aksi penolakan UU Omnibus Law, Serikat Buruh tersebut mengancam, jika tak ada tanggapan dalam jangka waktu satu minggu pihaknya akan terus melakukan aksi dengan cara memasang janur kematian sebagai simbol matinya kebebasan dan hak-hak buruh di setiap penjuru Kota/Kabupaten Sukabumi. Harusnya, anggota dewan lebih peka menangkap sinyal penolakan ini dan jangan mbalelo.

“Kami minta, dalam waktu satu minggu sudah ada kepastian kapan DPR-RI akan dipertemukan dengan kaum buruh Sukabumi,” kata Ketua DPC F Hukatan KSBSI Kabupaten Sukabumi, Nendar Supriatna kepada jurnalsukabumi.com.

Menurutnya, munculnya kegaduhan ini, semua disebabkan ulah DPR-RI yang telah mengesahkan UU Cipta Kerja. Seharusnya, sebelum ikut mengesahkan mereka turun ke dapil-dapil mereka dan menampung aspirasi dari para buruh.

“Ada 6 anggota DPR-RI asal Dapil Sukabumi. Kami meminta agar mereka dihadirkan untuk memberikan penjelasan terhadap masyarakat, kalau memang ada yang mendukung RUU tersebut, dasar mendukungnya apa? Kalau yang menolak, dasar penolakannya apa? Harus ada data inventaris masalah. Untuk lebih jelasnya, cepat datang temui kami,” kata dia.

Tak hanya itu, gabungan buruh akan melakukan aksi keliling ke rumah-rumah aspirasi memberikan bendara kuning, dan mengajak warga untuk memboikot Pemilu 2024. “Jika pertemuan gagal dilaksanakan, bisa jadi aksi-aksi dengan skala lebih besar akan terus terjadi sampai tuntutan kami dikabulkan,” pungkasnya.

Dalam aksi kali ini, mereka langsung diterima Pjs Bupati Sukabumi Raden Gani Muhamad, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara dan didampingi Kepala Kejari Kabupaten Sukabumi, Bambang Yunianto.

Reporter: Ilham Nugraha/Rizky Miftah

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026
Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Nahas! Pemuda Asal Cikidang Tewas Tenggelam di Curug Tiga Kabandungan
Warga Geruduk Pengembang Perumahan di Nagrak, Tuntut Janji yang Tak Kunjung Ditepati

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:19 WIB

Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:16 WIB

Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB