JURNALSUKABUMI.COM – Slogan gunung, rimba, laut, pantai, sungai, dan seni budaya (Gurilaps) yang disandang Kabupaten Sukabumi sepertinya tak berlebihan. Di kabupaten terluas kedua di Jawa dan Bali ini menyuguhkan segudang objek wisata menarik.
Salah satunya yakni Goa Baduy. Dilansir dari akun Facebook Pemerintah Kabupaten Sukabumi, tempat di Kampung Palayangan Legokpicung RT 01/01, Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu ini memiliki panjang ±700 meter, lebar 4 sampai 10 M, kedalaman ±50 meter, dan tinggi 6 sampai 12 meter.
Selain hidup sekumpulan kelelawar, yang lebih menarik di dalam goa terdapat danau yang bisa digunakan sebagai arena bermain. Di dalam goa tersebut ada Sungai Ciawitali Leuwi Surupan yang bisa dilalui pengunjung dan terdapat 3 danau. Mulut Goa Baduy terletak di Kampung Palayangan dan ujungnya terletak di Kampung Surupan Desa Sukamanah Kecamatan Cimanggu.
Stalagmit menjadi ciri khas dari goa ini yang merupakan kumpulan kalsit yang berasal dari air yang menetes, serta Stalaktit yaitu jenis speleothem yang menggantung dari langit-langit gua kapur dari pengendapan kalsium karbonat dan mineral lainnya.
Menurut sejarah leluhur, goa ini merupakan tempat persembunyian pribumi dari serangan serdadu Belanda sebelum Indonesia merdeka.
Nama goa baduy sendiri diberikan sejak 40 tahun lalu. Mulanya, saat seorang Baduy luar yang bernama Karsim masuk ke mencari kelelawar dan mulai mengenal karakteristik goa tersebut
Menurut Camat Cimanggu, Abdul Naafi AR, saat ini penataan goa tengah dilakukan oleh masyarakat dan kelompok pemuda (Karang Taruna) sekitar yang bersinergi dengan pemerintah Desa Sukamanah dan Kecamatan Cimanggu. Penataan meliputi seperti pembuatan gapura, saung rineh/istirahat, pembuatan tangga, jembatan, bendungan dan tanggul penahan tanah, penerangan/pencahayaan serta spot selfie.
“Untuk kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung, pengelola akan berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk melengkapi kebutuhan alat kemananan/safety seperti sepatu boot, pelampung, helm, senter, perahu karet, tambang besar dan gantungan lampu,” beber Abdul.
Untuk pengembangan ke depannya, sambung Abdul, pengelola berencana akan menyediakan wahana yang menarik untuk para pengunjung seperti outbond, flaying fox dan panjat tebing.
“Untuk progres penataan ke depan, pengelola akan menampilkan wisata sejarah geologi terbentuknya Gua Baduy, Wisata Budaya dibuatkannya Replika Kampung Adat Baduy Luar, Wisata Agro Penanaman ratusan bibit buah-buahan dan sayuran serta wisata edukasi,” tandasnya.
Redaktur: E Sulaeman






