Hendak Masuk Geopark, 650 Kendaraan Diputarbalikan Gugustugas Ciemas

Minggu, 7 Juni 2020 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Jajaran Gugustugas Covid-19 Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi melakukan aksi penyekatan kendaraan baik roda dua dan empat hendak masuk area Wisata Geopark Ciletuh, memutarbalikan atau menghalau sekitar 650 kendaraan, Minggu (07/06/20).

Camat Ciemas AG Senjaya mengatakan, penyekatan yang dilakukannya dengan bantuan Koramil Ciemas, Polsek Ciemas, Satpol-PP dan semua stakeholder trmasuk Kompepar, PGRI, Karangtaruna, Pendamping Desa, PKH dan aparatur Desa.

“Tempat penyekatan ada tiga titik yakni Jalan Provinsi Kampung Cigaok, Desa Tamanjaya deket Panenjoan, Jalan Provinsi Simpang Laka pertigaan menuju arah Desa Ciemas-Puncak Aher, dan Jalan Provinsi Kampung Onclang, Desa Girimukti,” ungkap Ah Sanjaya, kepada jurnalsukabumi.com.

Pelaksanaan penyekatan kepada pengendara sendiri diantaranya sekitar 150 kendaraan roda empat dan 400 kendaraan roda dua. Hal ini dalam rangka perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di area wisata hingga 12 Juni mendatang.

“Hal ini atas dasar perintah pimpinan yakni Bupati Sukabumi untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah Ciemas yakni wisata,” katanya.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan yakni, penyekatan akses pintu masuk jalur wisata, pembubaran kerumunan dan kumpulan orang, check point suhu kesehatan. Untuk PSBB hingga 12 Juni, Penutupan area wisata hingga 14 Juni dan dibuka tanggal 15 Juni untuk area wisata nantinya.

“Kami juga melakukan himbauan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dan menghimbau membawa identitas KTP dan yang lainnya. Pembukaan area wisata sendiri atas perkembangan covid-19 nanti dan kesdaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Agar menghimbau bagi warga masyarakat tetap lakukan protokol kesehatan, jangan keluar rumah kalau terpaksa. Pihaknya pun meminta maaf kepada pengunjung untuk besabar agar tidak masuk ke area wisata.

“Kami Aparatur dan relawan hanya mnjalankan tugas dan mohon maaf untuk wisatawan sehingga tidak bisa masuk area wisata. Yang paling penting juga selalu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dibilas pakai air mengalir atau gunakan hand sanitaizer,” pungkasnya.

Reporter: Ifan || Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026
Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Nahas! Pemuda Asal Cikidang Tewas Tenggelam di Curug Tiga Kabandungan
Warga Geruduk Pengembang Perumahan di Nagrak, Tuntut Janji yang Tak Kunjung Ditepati

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:19 WIB

Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:16 WIB

Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB