JURNALSUKABUMI.COM – Belum adanya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Agro di Kabupaten Sukabumi, membuat Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi melakukan terobosan terbaru, hal tersebut saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi ke PT Agro Jabar, Kota Bandung, Kamis (20/02/20).
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Anjak Priatama Sukma mengatakan, potensi Sukabumi dalam hal agrobisnis harus terus dikembangkan, berbgai peluang yang sangat besar sekali melihat dari wilayah geografis dan yang lainnya.
“Melihat potensi ini, sehingga kami berinisiatif harus membentuk BUMD Agrobisnis di Sukabumi, yang nantinya dibentuk dengan Raperda penyertaan modal,” ungkap Anjak, kepada jurnalsukabumi.com.

Komoditas yang potensial untuk dikelola dan dikerjasamakan baik oleh BUMD Agrobisnis Kabupaten Sukabumi, bahkan bisa kerjasama dengan Persero Agro Jabar. Tadi muncul beberapa yang potensial sperti beras, gula aren, jahe, singkong dan buah jeruk dan yang lainnya, termasuk jagung.
“Tadi direktur cerita peluang pasar, teknis dan tips trik managementnya. Apa saja kunci keberhasilan BUMD dalam menjalankan bisnisnya. Tadi direktur cerita bahwa bisnis BUMD ada dukungan pemerintah yakni dukungan kebijakan dan keuangan,” katanya.
Ditambahkan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Siti Hilmiati Fauziah mengatakan, saat mengikuti kunker sendiri terkait potensi pertanian di Sukabumi. Sehingga perlu pembelajaran dengan banyaknya peluang harus dibarengi wadah dan lembaga.
“Selain bahan mentah pertanian di Sukabumi. Ada konsep pengolahan produksi dari pertanian seperti jeruk lemon yang dikemas dengan botol minuman,” katanya.
PT Agro Jabar yang dibentuk sejak Tahun 2012 tersebut. Sangat bagus konsep pengembangannya baik dalam hal keuangan dan pengolahannnya.
“Kami sangat salut, banyak ilmu yang harus diambil soal potensi pertanian di Sukbumi. Rencana akan membuat gebrakan di Sukabumi atas inisiatif DPRD,” pungkasnya.
Reporter : Hendi
Redaktur : FK Robbi






