JURNALSUKABUMI.COM – Pengawasan pemilu berbasis partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga integritas Demokrasi Pancasila. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi dan penguatan pengawasan partisipatif masyarakat Sukabumi yang digelar di Laska Hotel, Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Anggota DPR RI, Heri Gunawan, SE., M.M., M.AP., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Heri Gunawan menekankan pentingnya pengawasan partisipatif untuk merawat kualitas demokrasi di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa demokrasi bukan sekadar ritual memilih pemimpin, melainkan bagaimana seluruh elemen masyarakat terlibat aktif dalam mengawal prosesnya.
“Pancasila adalah nilai dasarnya, kedaulatan rakyat adalah prinsipnya, dan pengawasan masyarakat adalah benteng untuk memastikan pemilu berjalan jujur serta adil. Keterlibatan masyarakat secara aktif sangat diperlukan agar kualitas demokrasi kita terus meningkat,” ujar Heri Gunawan dalam pemaparannya.
Turut hadir sebagai narasumber, Komisioner Bawaslu Jawa Barat, Muammarullah, yang menggarisbawahi peran strategis Bawaslu dalam mendorong program pengawasan partisipatif. Menurutnya, Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari elemen masyarakat, akademisi, pemuda, hingga media.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Sukabumi, Yasti Yustia Asih, yang didampingi oleh Komisioner Bawaslu Kota Sukabumi, M. Aminuddin, menyampaikan paparan mengenai pemetaan kerawanan serta pentingnya literasi politik bagi pemilih di Kota Sukabumi. Yasti menegaskan komitmen Bawaslu Kota Sukabumi untuk terus membuka ruang kolaborasi melalui berbagai program edukasi pengawasan.
Tak ketinggalan, tokoh masyarakat lokal, Saepulloh, turut memberikan pandangannya. Ia mengajak masyarakat Sukabumi untuk berani melaporkan setiap bentuk dugaan pelanggaran, seperti politik uang, kampanye hitam, maupun ketidaknetralan pihak yang dilarang.
Acara sosialisasi ini diisi dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai program pengawasan partisipatif, seperti Pendidikan Pengawas Partisipatif, Pojok Pengawasan, Forum Warga, dan Komunitas Digital Pengawasan Partisipatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kritis dan keterlibatan aktif masyarakat Sukabumi dapat terus meningkat demi mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat.
Redaktur: Ujang Herlan













Komentar