Dipanggil ke Purwakarta, KDM Ingin Kampung Adat Ciptamulya Ditata

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), menginginkan pemulihan pascakebakaran di Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali rumah-rumah yang hangus.

KDM meminta kawasan permukiman adat tersebut ditata agar lebih tertib, namun tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.

Keinginan itu disampaikan saat KDM menerima 52 perwakilan penyintas kebakaran di Gedung Sri Baduga, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (1/8/2026).

Rombongan penyintas dipimpin tokoh adat Kasepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik. Turut hadir mendampingi Kepala Desa Sirnaresmi Iwan Riswandi atau yang akrab disapa Jaro Iwan, serta Camat Cisolok Okih Fajri.

Dalam dialog bersama Jaro Iwan, KDM mencontohkan penataan permukiman korban bencana longsor di Sukabumi yang sebelumnya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, pendekatan serupa bisa diterapkan di Kampung Adat Ciptamulya.

“Ke iyeu na (rumah) ditataan. Kan pernah aya anu dibantu di Sukabumi anu longsor, terus dipindahkeun jadi alus kampungna. Disebutna Kampung KDM. Tah ieu ge (Ciptamulya) ditata sapertos kitu, Jaro,” ujar KDM.

Pernyataan itu menegaskan bahwa rumah-rumah adat yang akan dibangun nantinya diharapkan menjadi bagian dari penataan kawasan secara menyeluruh, bukan sekadar mengganti bangunan yang terbakar.

Namun, perhatian KDM tidak hanya tertuju pada fisik permukiman. Ia juga mengingatkan agar proses pemulihan tidak menghilangkan jati diri masyarakat adat. Menurutnya, generasi muda Kasepuhan harus tetap menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

KDM menyinggung sejumlah tradisi khas masyarakat kasepuhan, seperti ngaseuk (tradisi menanam padi) hingga nutu atau menumbuk padi secara tradisional. Ia berharap keterampilan dan nilai budaya tersebut tetap dipelajari oleh generasi penerus.

“Rek naon tarara nutu, nya diajar narutu ku sorangan. Mun teu bisa narutu, balik deui ka lembur, sangsara. Ari jelema mah kudu sagala siap sangsara, komo senang,” tuturnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Usung Perubahan di PWI Jabar, Kang Andhy Tawarkan Program Kesejahteraan hingga Karier Internasional
Hergun Usul Kemendagri Luncurkan Program Wirausaha Pemula untuk Kemandirian Ekonomi Ormas
Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa
Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI
Perjuangkan Hak Rakyat, Heri Gunawan Desak ATR/BPN Tuntaskan Sengketa Lahan di Jaksel dan Cidahu Sukabumi
Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap
Usai Teken Perjanjian Kerja Sama Dengan ABPEDNAS, SMSI Bergerak Bentuk Pokja News Room Jaga Desa
Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Dipanggil ke Purwakarta, KDM Ingin Kampung Adat Ciptamulya Ditata

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:04 WIB

Usung Perubahan di PWI Jabar, Kang Andhy Tawarkan Program Kesejahteraan hingga Karier Internasional

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hergun Usul Kemendagri Luncurkan Program Wirausaha Pemula untuk Kemandirian Ekonomi Ormas

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:29 WIB

Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:59 WIB

Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI

Berita Terbaru