JURNALSUKABUMI.COM – Ketua DPP Partai Gerindra sekaligus Anggota DPR RI, Heri Gunawan, memberikan tanggapan kritis terkait adanya aksi unjuk rasa dari sejumlah elemen mahasiswa yang mendesak penutupan program Makan Bergizi Gratis (MBG) buntut dari persoalan hukum yang menyeret Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Polemik ini juga memantik respons langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara mengaku heran dengan adanya gerakan penolakan terhadap program kemanusiaan yang berfokus pada kesejahteraan rakyat kecil tersebut.
“Pak Prabowo sendiri merasa heran, kok ada demo menolak MBG. Padahal ini jelas-jelas ditujukan untuk membantu masyarakat yang sedang kesusahan,” ungkap Hergun, sapaan karib, Heri Gunawan menyampaikan keprihatinan Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (27/6/2026).
Heri Gunawan menilai tuntutan untuk menghentikan program nasional tersebut menggunakan logika yang keliru. Ia mengomparasikan situasi ini dengan kasus-kasus hukum yang terjadi di lingkungan akademis.
“Kepala BGN tersandung kasus, mahasiswa menuntut supaya program MBG ditutup. Sekarang, jika ada tiga dosen di sebuah universitas korupsi, kenapa tidak menuntut kampusnya sekalian yang ditutup?” ujarnya retoris.
Menurut legislator Senayan tiga periode berurut-turut ini, kesalahan personal ataupun masalah di tingkat manajerial tidak boleh mengorbankan program strategis yang berdampak langsung pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.
Ia menegaskan bahwa akar persoalannya bukan terletak pada konsep atau substansi dari program itu sendiri, melainkan pada aspek implementasi yang memerlukan pembenahan internal.
“Bukan program MBG-nya yang salah, tetapi tata kelolanya yang harus terus disempurnakan agar manfaatnya semakin tepat sasaran, berkualitas, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ini semua harus dilakukan melalui berbagai langkah evaluasi dan penyesuaian secara menyeluruh,” tegasnya.
Lebih lanjut, Heri Gunawan mendorong agar momentum ini dijadikan sebagai titik balik untuk memperkuat sistem transparansi dan akuntabilitas di tubuh Badan Gizi Nasional, sehingga program prioritas pemerintah tersebut dapat berjalan lebih optimal dan bersih.
Redaktur: Ujang Herlan












