Dono Parwanto Divonis 5 Tahun, Kuasa Hukum: Kami Pikir-pikir Dulu

Rabu, 21 Mei 2025 - 16:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto IST/Lampu Hijau

i

Foto IST/Lampu Hijau

fotoJURNALSUKABUMI.COM – Kuasa Hukum Dono Parwoto, terdakwa dugaan korupsi proyek pembangunan Jalan Tol Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) Jakarta-Cikampek (Japek) II Elevated Ruas Cikunir-Karawang Barat, Dedi Setiadi menyampaikan akan mempelajari putusan majelis hakim terlebih dulu sebelum mengambil sikap menerima atau menolaknya.

“Kami dari pihak PH meminta waktu untuk pikir-pikir terlebih dahulu dan akan berdiskusi dengan terdakwa untuk menentukan sikap,” kata Dedi Setiadi kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (21/5/2025).

Advokat asal Sukabumi ini secara tegas akan mempelajari dan melihat bunyi putusan hakim dan alasan vonis 5 tahun penjara terhadao Dono yang merupakan mantan Kepala Divisi III pada perusahaan BUMN Karya yang menjadi terdakwa kelima dalam kasus korupsi yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 510.085.261.485,41 ini.

Dikutip dari lamam resmi kompas.com, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rios Rachmanto, mengatakan, Dono terbukti melakukan perbuatan melawan hukum bersama-sama para terdakwa lainnya. “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan penjara selama 5 tahun,” kata Hakim Rios, di ruang sidang, Jakarta, Rabu (21/5/2025).

 

Selain pidana badan, Rios juga menghukum Dono membayar denda Rp 150 juta subsidair 2 bulan kurungan.

 

Menurut hakim, perbuatan Dono terbukti melanggar ketentuan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana. Dalam perkara ini, jaksa menuntut Dono dihukum 8 tahun penjara dikurangi masa tahanan yang telah dijalani. Jaksa juga menuntut Dono dihukum membayar denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Penuntut umum tidak meminta Dono dihukum membayar uang pengganti Rp 510 miliar. Pidana tambahan itu dibebankan pada sejumlah perusahaan yang menjadi pelaksana pembangunan proyek Tol MBZ. Dono merupakan terdakwa kelima dalam kasus ini. Terdakwa lainnya, eks Direktur Utama (Dirut) Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono, Ketua Panitia Lelang PT JJC Yudhi Mahyudin, Direktur Operasional PT Bukaka Teknik Utama Sofiah Balfas, dan eks Staf Tenaga Ahli Jembatan PT LAPI Ganeshatama Consulting, Tony Budianto Sihite, telah divonis bersalah.

 

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar
Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah
Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka
Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas
Tantan Sulton Tekankan Profesionalisme Wartawan, PWI Sukabumi Diminta Perkuat Kompetensi!
SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan
Truk Box Bermuatan Pupuk Terguling di Palabuhanratu, Sopir Terjepit
Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Tantan Sulton Tekankan Profesionalisme Wartawan, PWI Sukabumi Diminta Perkuat Kompetensi!

Berita Terbaru