Ma’ruf Amin Kunjungi STAI Al-Masthuriyah, Bahas Wawasan dan Tantangan Ekonomi Syariah

Rabu, 22 Januari 2025 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Presiden RI ke VII, KH. Ma’ruf Amin, kunjungi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Masthuriyah Sukabumi di Jalan Raya Cibolang, Kilometer 7, Nomor 03, RT 49/RW 10, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi pada Rabu (22/01/2025).

Kunjungan ulama besar kelahiran kelahiran Kresek, Kabupaten Tangerang 11 Maret 1943 di aula STAI Al-Masthuriyah Sukabumi ini untuk mengisi kegiatan Stadium General dengan tema “Ekonomi Syariah di Indonesia, Peluang dan Tantangan”.

Kehadirannya pun disambut hangat Ketua STAI Al-Masthuriyah, KH. Abu Bakar Sidik alias Kang Bakang bersama ribuan mahasiswa dan alumni STAI Al-Masthuriyah yang hadir memenuhi aula kampus.

Wakil Presiden RI ke VII, KH. Ma’ruf Amin saat mengisi materi dalam Stadium General STAI Al-Masthuriyah Sukabumi pada Rabu (22/01/2025).

“Saya memberikan stadium general, karena ekonomi syariah itu bagi umat Islam sudah menjadi sesuatu yang harus dilaksanakan dan bagi negara itu, sudah menjadi sistem nasional, karena ekonomi kita sudah menganut dual economic system,” kata KH. Ma’ruf Amin di STAI Sukabumi.

“Jadi konvensional ok, syariah ok. Sehingga kita sekarang membangun ekonomi syariah apalagi potensi ekonomi syari’ah itu besar. Kalaupun buat sekarang potensi itu belum tercapai, tetapi kita akan (berusaha) terus sampai potensi itu terus tersampai,” sambung dia.

Dewasn Suro PKB ini juga menyoroti isu riba yang menjadi dasar utama keberadaan sistem ekonomi syariah. “Bagi umat Islam, riba itu dilarang. Karena itu, ada sistem ekonomi syariah, ada bank syariah yang non-riba. Negara memang memberi pilihan, tetapi bagi umat Islam, tidak ada pilihan. Ini adalah konsekuensi dari ajaran agama,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa peran ulama dan ustaz sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Kalau umat Islam tidak melaksanakan ini, ada konsekuensi spiritual, yakni mendapatkan murka dari Allah,” jelasnya.

Dirinya juga membahas mengenai penerapan ekonomi syariah di kalangan non-Muslim, baik di dalam maupun luar negeri. Menurutnya, sejumlah negara seperti Jepang dan Korea telah mengembangkan produk halal di berbagai sektor, seperti farmasi, wisata, dan kosmetik, demi nilai bisnisnya.

“Yang menguasai produk halal dunia saat ini justru bukan orang Islam. Kita tertinggal, padahal potensinya sangat besar. Karena itu, kita harus mengembangkan ekonomi syariah lebih serius,” sambung dia.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Menteri Yandri Susanto ‘Tantang’ Mahasiswa UMMI Bangun Desa Entrepreneur
Komisi II DPR RI Dorong Kepastian Nasib PPPK, Heri Gunawan: Jangan Sampai Ada PHK
Wabup Andreas: Wisuda TMI Assalam Putra Jadi Awal Lahirnya Generasi Unggul dan Berdaya Saing
Star Energy Geothermal Salak Kenalkan Satwa Gunung Salak kepada Pelajar
Gandeng RCC Bandung, UMMI Dongkrak Produktivitas Dosen Lewat Workshop Karya Ilmiah
Kang Anom: PWI Siap Jadi Pengawas SPMB Bersih di Sukabumi
Disdik Sukabumi Pastikan SPMB 2026 Transparan dan Bebas Diskriminasi
ADPUB Goes to Visit, Mahasiswa UMMI Pelajari Sistem Demokrasi di KPU RI

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:17 WIB

Menteri Yandri Susanto ‘Tantang’ Mahasiswa UMMI Bangun Desa Entrepreneur

Senin, 8 Juni 2026 - 13:03 WIB

Komisi II DPR RI Dorong Kepastian Nasib PPPK, Heri Gunawan: Jangan Sampai Ada PHK

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:39 WIB

Wabup Andreas: Wisuda TMI Assalam Putra Jadi Awal Lahirnya Generasi Unggul dan Berdaya Saing

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:43 WIB

Star Energy Geothermal Salak Kenalkan Satwa Gunung Salak kepada Pelajar

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:57 WIB

Gandeng RCC Bandung, UMMI Dongkrak Produktivitas Dosen Lewat Workshop Karya Ilmiah

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB