Sekolah SD IT di Sukaraja Dibobol Maling, Tiga Kali Mesin Pompa Air Hilang

Senin, 20 Januari 2025 - 21:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kasus pencurian terjadi di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Al-Izz di Kampung Cikaret, Goalpara, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Sebuah mesin pipa air hilang digondol maling.

Berdasarkan informasi, peristiwa pencurian di sekolah tersebut merupakan kejadian yang ketiga kalinya. Barang yang dicuri merupakan mesin pompa air.

Asep Rizkiyana (27) seorang guru di sekolah tersebut mengatakan pihaknya baru menyadari kantornya dibobol pada Minggu (19/1/2025) sekira pukul 13.00 WIB saat hendak sholat dan menyadari air tidak menyala.

“Ketahuannya kemarin Minggu karena kan kita sekolahnya Sabtu Minggu libur kemungkinan besar sih pas hari Minggu,“ ujar Asep pada Senin (20/01/2025).

“Ketahuannya sama penjaga sekolah pas mau solat airnya kecil, terus pas mau nyuci air udah nggak nyala sama sekali, pas dilihat ke kantor (tempat mesin pompa air) ternyata udah dibobol (tembok),” sambung dia.

Sia menyebut, kejadian pencurian itu merupakan kali ketiga terjadi, adapun barang yang hilang merupakan mesin pompa air dari tiga kejadian pencurian.

“Ini yang ke tiga kalinya, dulu juga pernah terjadi cuman posisinya bukan dibobol, cuman dicuri mesinnya aja soalnya disimpan di luar, yang sekarang mah dibobol,” ungkapnya.

Akibatnya 166 siswa kelas 1-6 hingga saat ini kesulitan air. Untuk kebutuhan solat dan buang air besar, para siswa terpaksa harus menggunakan air di masjid terdekat.

“Sanyo yang ketiga ini sebelumnya hasil patungan dari orang tua murid, tapi sekarang dicuri lagi, siswa juga terpaksa untuk solat atau mau buang air harus ke masjid terdekat,” ucapnya.

Ditanya terkait upaya pelaporan terhadap kepolisian, Asep mengaku akan membahasnya terlebih dahulu bersama Kepala Sekolah.

“Kalau untuk upaya laporan belum karena kita lihat prosesnya juga kan. Mungkin nanti kita akan bahas dulu sama Kepala Sekolah bagusnya seperti apa,” tandasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Berita Terbaru