Model Pembelajaran Blended Learning sebagai Alternatif di Masa Pandemi Covid-19

Kamis, 7 April 2022 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Lia Desi Amelia, S.Pd (Guru Bahasa Indonesia SMK Yasti Cisaat)

COVID-19 dilaporkan masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020 di Depok, Jawa Barat. Pandemi COVID-19 mengakibatkan berbagai perubahan salah satunya di bidang pendidikan. Sejak tanggal 16 Maret 2020 pemerintah sudah menetapkan dan menegaskan di satuan pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring. Salah satu yang menerapkan aturan ini adalah wilayah DKI Jakarta sejak Maret lalu hingga sekarang. Begitu juga di Kota Bandung, Jawa Barat yang memberlakukan kebijakan tersebut di waktu bersamaan.

Kebijakan ini membuat belajar yang sebelumnya bertahap muka dilakukan melalui daring atau online. Dalam surat edaran No 4 tahun 2020, Mendikbud, Nadiem Makarim menyebutkan belajar dari rumah dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna untuk siswa. Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran daring menuntut guru untuk menciptakan inovasi model pembelajaran yang sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dalam keadaan pandemi saat ini, teknologi dapat menjadi salah satu  alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran. Teknologi pendidikan dapat memberikan kemudahan informasi serta penyampaian materi sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan tidak menjadi kendala. Model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dan dapat digunakan dalam masa saat ini serta banyak dibicarakan adalah blended learning. Model pembelajaran ini merupakan model yang menggunakan dua pendekatan sekaligus. Model ini  mengguanakan sistem daring sekaligus tatap muka melalui video conference. Video conference ini menjadaikan pembelajaran tetap dilakasanakan dan pengajar masih dapat berinteraksi dengan peserta didik walaupun tidak secara langsung (tatap maya).

Model pembelajaran ini dapat diterapkan pada masa saat ini, namun dalam pelaksanaannya memang masih didapatkan beberapa kendala, anatara lain adalah tugas-tugas yang diberikan secara daring tidak terkumpul 100%, rata-rata antara 70─80%. Hal ini terjadi karena tingkat kejenuhan yang tinggi dirasakan peserta didik karena terlalu lama belajar di rumah. Masalah selanjutnya adalah pengawasan orang tua yang kurang dalam pelaksanaan bembelajaran daring di rumah. Hal ini dapat dimaklumi karena beban kerja orang tua yang cukup berat apalagi jika orang tua yang mengawasi keduanya bekerja, maka pengawasan pun akan sangat kurang. Lalu ketersediaan fasilitas belajar yang kurang memadai, tidak semua keluarga memiliki fasilitas yang memadai seperti gawai, laptop/komputer dan bahkan kuota. Bisa jadi dalam satu keluarga hanya memiliki satu handphone yang digunakan oleh lebih dari satu orang anak dan juga kadang berbagi dengan orang tua. Permaslahan selanjutnya adalah pemenuhan kebutuhan kuota yang cukup berat, apalagi pemeblajaran blended learning ini mengutamakan video conference. Saat melakukan video conference dibutuhkan kuota sebagai penunjangnya, walaupun kuota dierikan oleh pemerintah pada peserta didik untuk menunjang pembelajaran mereka, namun jika terlalu sering melakukan video conference kuota yang diberikan pemerintah tidak dapat memenuhi kebutuhan peserta didik. Permasalahan selanjutnya adalah kreativitas peserta didik tidak berkembang dalam mengerjakan tugas, mereka menjadi terbiasa mencari jawaban pada tugas yang diberikan guru pada gawai mereka tanpa harus bersusah payah berpikir.

Namun, pada masa seperti ini model pembelajaran ini dapat kita gunakan untuk menunjang pembelajaran peserta didik walaupun tidak maksimal namun sebagai pengajar kita dapat memaksimalkannya dengan menjalin komunikasi dengan prang tua agar dapat mengawasi peserta didik ketika mengerjakan tugas yang diberikan oleh pengajar, lalu memberikan motivasi-motivasi yang membangun untuk peserta didik, serta membuat pembelajaran menjadi menyenangkan sehingga peserta didik tidak jenuh dalam belajar walaupun melalui tatap maya. (*).

Berita Terkait

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional
Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan
Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani
Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:27 WIB

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:46 WIB

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam