Wabup Terima Kunjungan Disnakertrans dan DPK APINDO, Bahas Apa?

Selasa, 8 November 2022 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Bupati Sukabumi, H. Iyos Somantri, menerima kunjungan Disnakertrans dan DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sukabumi. Pertemuan berlangsung di di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Selasa (08/11/22).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas seputar pemutusan hubungan kerja (PHK) masal dan mengantisipasi dampak resesi global.

“Saya kaget, mendapat laporan dari DPK APINDO pada Oktober 2022, bahwa sebanyak ribuan buruh pabrik garmen di Kabupaten Sukabumi, terpaksa harus di PHK karena dampak resesi global,” kata Iyos.

Dia menambahkan, tercatat sebanyak 19.066 karyawan yang berasal dari 28 perusahaan di wilayah Kabupaten Sukabumi yang telah kehilangan pekerjaan karena PHK atau berakhir Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang tidak lagi diperpanjang.

Tidak hanya itu, berdasarkan laporan dari APINDO itu, dari ribuan buruh yang  menjadi korban PHK oleh perusahaan tersebut, hampir 99 persen merupakan warga asli Kabupaten Sukabumi.

Untuk itu, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi kata Iyos  harus segera melakukan upaya antisipasi pada kondisi krisis seperti ini. Dalam kapasitas mewakili Bupati Sukabumi dia berharap, agar DPK APINDO Kabupaten Sukabumi melakukan audensi untuk memberikan saran dan masukan terkait dengan kondisi krisis global tersebut.

“Tentunya, tidak mudah
ketika kita menghadapi krisis global ini, harus mempunyai beberapa langkah kegiatan pendampingan yang diharapkan tentunya bisa membantu akibat pada krisis ekonomi global itu. Salah satunya dengan PHK dan hal yang lainnya,” tandasnya.

Menurutnya, dengan adanya PHK ini, secara otomatis pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi harus segera mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan   terkait dengan program yang harus dilakukan oleh dinas terkait. Salah satunya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi.

Masih kata Iyos, paling penting nanti di ujung tahun 2022 ini, pihaknya akan mencermati kondisi lain dan sebagainya, baik persoalan sosial, ekonomi dan juga politik untuk mempersiapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di tahun 2023.

“Iya, ini juga harus kita persiapkan agar UMK-nya stabil. Intinya, kondisi perusahaan tetap bisa stabil dan para pekerja juga harus stabil. Makanya penetapan UMK untuk 2023 ini, harus holistik dan dikaji secara utuh dan menyeluruh agar hasilnya mendapatkan kesepakatan bersama-sama dan tidak ada kesalahan,” ujarnya.

Masih ditempat yang sama, Ketua DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sukabumi, Sudarno mengatakan, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) buruk pabrik garmen di Kabupaten Sukabumi, masih terus berlangsung.

“Kami dari pengurus DPK APINDO Kabupaten Sukabumi sengaja melakukan audensi untuk menyerahkan rekomendasi hasil rapat kerja APINDO tahun 2022 dalam menyikapi situasi dan kondisi dunia usaha industri pasca pandemi Covid-19 dan sekarang disambung lagi dengan era krisis ekonomi global,” katanya.

Pada rekomendasi ini, pihaknya menyampaikan keprihatinan atas kondisi dunia usaha industri yang sedang tidak baik. Selain itu, DPK APINDO Kabupaten Sukabumi juga menyampaikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi melalui kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi serta dinas terkait agar memberikan dukungan dan perlindungan untuk penyelamatan sektor industri yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Kondisi dan situasi di Kabupaten Sukabumi, terkait dunia usaha ini, sambung Sudarno, mesti terjalin harmonis secara Tripartite karena diharapkan dapat menjadi kepercayaan buyer dari luar negeri. Terlebih lagi, saat ini permintaan untuk tujuan ekspor ke Amerika dan Eropa sedang menurun drastis sampai 50 persen. “Sehingga banyak perusahaan di Kabupaten Sukabumi yang mengurangi efisiensi tenaga kerjanya sampai 50 persen,” ungkapnya.

Pada audensi tersebut, DPK APINDO Kabupaten Sukabumi juga telah menyampaikan terkait proses pengupahan yang sebentar lagi akan dibahas oleh Dewan Pengupahan Kabupaten Sukabumi melalui rekomendasi Bupati Sukabumi kepada Gubernur Jawa Barat itu, bisa mengikuti pedoman regulasi dan peraturan yang ada. Yakni Undang-undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 dan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Ini kita sepakati bersama dan mudah-mudahan di Kabupaten Sukabumi ini dalam sisi pengupahan tidak akan terganggu dengan wilayah provinsi lain. Seperti di Jawa Tengah dan sebagainya. Sehingga kemampuan berusaha di Kabupaten Sukabumi bisa terjaga.

Untuk itu, kami berharap kepada semua pihak, termasuk pihak pekerja juga di masing-masing perusahaan dan juga kepada organisasi dan pemerintah, mari kita bersama-sama jaga kondusifitas kebersamaan, supaya industri di Kabupaten Sukabumi dapat terjaga. Ini perlu dilakukan agar perusahaan masih tetap bisa berusaha dalam segala keterbatasan pada situasi dan kondisi saat ini,” tandasnya.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

POCARI SWEAT Run Bandung 2026: Birukan Bandung di Hari Jadi ke-216
SCG Dorong Penerapan Ekonomi Sirkular Indonesia sebagai Strategi Daya Saing Industri, Ubah Limbah Jadi Energi dan Produk Bernilai Tinggi
Lewat Sukabumi Expo 2026 BPR bidik UMKM lewat Kredit Priamas
Aktivasi TTE hingga Promosi UMKM, Diskominfosan Jadikan Stand Expo Ruang Komunikasi Publik
Cuma Rp50 Ribu Sudah Bisa Nabung, SiBarokah BPR Sukabumi Hadir di Sukabumi Expo
BPR Sukabumi Cibadak Bidik Ekspansi Kredit di Tengah Ekonomi yang Menantang
Deposito di BPR Sukabumi Terjamin Aman dan Bunga Lebih Menguntungkan
DPRD Mulai Bedah Penyertaan Modal Perumda Pesona Pariwisata dan Aturan Ketenagakerjaan

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 14:20 WIB

POCARI SWEAT Run Bandung 2026: Birukan Bandung di Hari Jadi ke-216

Jumat, 18 September 2026 - 16:48 WIB

SCG Dorong Penerapan Ekonomi Sirkular Indonesia sebagai Strategi Daya Saing Industri, Ubah Limbah Jadi Energi dan Produk Bernilai Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 14:22 WIB

Lewat Sukabumi Expo 2026 BPR bidik UMKM lewat Kredit Priamas

Minggu, 13 September 2026 - 13:52 WIB

Aktivasi TTE hingga Promosi UMKM, Diskominfosan Jadikan Stand Expo Ruang Komunikasi Publik

Jumat, 11 September 2026 - 09:19 WIB

Cuma Rp50 Ribu Sudah Bisa Nabung, SiBarokah BPR Sukabumi Hadir di Sukabumi Expo

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam