Pendataan Disdagin Kab Sukabumi,  Harga Cabai di Pasar Palabuhanratu Masih di Kisaran Rp 90 Ribu per Kg

Rabu, 13 Juli 2022 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pasca hari raya idul adha 1443 hijriyah, harga komoditas sejumlah bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi masih tinggi. Hal tersebut terlihat dari hasil pendataan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi.

Kepala UPTD Pasar Palabuhanratu, Uus Heryanto, mengatakan harga cabai merah keriting di Pasar Palabuhanratu terus merangkak naik. Kini harganya mencapai Rp 90 ribu per kilogram dari harga Rp 30 ribu per kilogram.

“Ada kenaikan harga cabai merah dari minggu sebelumnya,” ujar Heryanto melalui Unit Pencatat UPTD Pasar Palabuhanratu, Maulana dalam keterangan yang diterima jurnalsukabumi.com, Rabu (13/7/2022).

Kenaikan harga cabai merah keriting itu dibarengi dengan cabai lainnya. Seperti cabai merah besar di kisaran harga Rp 90 ribu per kilogram, cabai rawit hijau di kisaran Rp 75 ribu per kilogram, dan cabai rawit merah di kisaran Rp 90 ribu per kilogram.

“Harga cabai naik dikarenakan susah barang akibat gagal panen ditambah menjelang Idul Adha dan musim kawin sehingga harga makin tinggi,” terangnya.

Selain cabai rawit, bahan pokok lainnya ikut alami perubahan harga. Misalnya untuk daging ayam ras turun Rp 4 ribu dari asalnya Rp 42 ribu menjadi Rp 38 ribu, dan harga daging sapi  turun Rp 5 ribu dari Rp 135 ribu menjadi Rp 130 ribu.

Kemudian daging kerbau turun Rp 10 ribu dari asalnya 140 ribu menjadi 130 ribu. Sedangkan telur ayam ras masih di dikisaran Rp 28 ribu per kilogram.

Minyak goreng kemasan di Pasar Palabuhanratu masih dijual Rp 24 ribu per liter, kemudian minyak goreng curah Rp 16 ribu per liter nya. Sedangkan bawang merah masih di jual dengan kisaran Rp 60 ribu per kilogram, namun bawang putih mengalami penurunan menjadi Rp 25 ribu per kilogram dari asalnya Rp 28 ribu per kilogram.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Diduga Bakar Sampah, Api Membesar di Belakang Pabrik Saos Cibadak
MBG, Kopdes hingga Swasembada Jadi Sorotan, Sukabumi Sambut Pesan Prabowo
Polisi Ungkap Rantai Obat Terlarang Mulai Sasar Remaja hingga Pelajar di Sukabumi
Kasepuhan Ciptamulya Temui Sufmi Dasco, 9 Hektare Diproyeksikan Calon Kampung Adat Baru
15 Warga Sukabumi Tertahan di Kalimantan, Kolaborasi DPRD, Kapolres dan Bagong Mogok Buka Jalan Pulang
Konferprov PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Lawan Hoaks di Era Digital
Ribuan Label Cukai Ditemukan, Polisi Dalami Dugaan Miras Oplosan Berselimut Segel Baru
Dituntut Taat Pajak, Layanan Samsat Kini Dinilai Lebih Mudah, Warga Keluhkan Antrean Panjang

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Diduga Bakar Sampah, Api Membesar di Belakang Pabrik Saos Cibadak

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:03 WIB

MBG, Kopdes hingga Swasembada Jadi Sorotan, Sukabumi Sambut Pesan Prabowo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Polisi Ungkap Rantai Obat Terlarang Mulai Sasar Remaja hingga Pelajar di Sukabumi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Temui Sufmi Dasco, 9 Hektare Diproyeksikan Calon Kampung Adat Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:42 WIB

15 Warga Sukabumi Tertahan di Kalimantan, Kolaborasi DPRD, Kapolres dan Bagong Mogok Buka Jalan Pulang

Berita Terbaru