Ratusan Napi Mengaji, Ini Sejarah Singkat Lahirnya Pesantren Lapas Warungkiara

Rabu, 24 Februari 2021 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan Narapidana (Napi) Lapas Kelas IIB Warungkiara Sukabumi terus dibekali ilmu keagamaan.

Dari segi prestasi, santri di bawah naungan Pondok Pesantren Saadatuddaaroin ini, masih getol rutin mengaji meski berada di lingkungan Lapas sekali pun.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Warungkiara, Ahmad Tohari mengatakan, selain mengaji santri juga diberi pendidikan bahasa asing yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris. Dengan harapan, terbentuknya santri khusus penghafal Alquran yang menjadi harapan terlahirnya para tahfidz Quran di dalam lapas.

“Alhamdulilah, hingga saat ini pendidikan keagamaan terus digeber. Adapun, untuk jumlah santri yang mengikuti kegiatan pesantren kurang lebih ada 662 Napi,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (24/02/2021).

Ia menjelaskan, sejarah singkat berdirinya Pondok Pesantren ini di awali dari keinginan Kalapas Kelas IIB Warungkiara, Risman somantri periode 2015 – 2018 yang berkeinginan terbentuknya pembinaan keagamaan di dalam lapas berbasis pesantren.

Dari cita-cita itulah, Pak Risman Somantri langsung berkoordinasi dengan ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabuapten Sukabumi, yang pada saat itu masih dijabat oleh Alm. KH Zezen Zaenal Abidin Bazul Ashab.

Dengan adanya niat itu, pimpinan MUI menyambut baik gagasan tersebut sehingga terjalinlah bentuk koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi, Kemenag dan Baznas.

“Dari sana, terlahirlah Yayasan Saadatuddaaroin yang menjadi cikal bakal terbentuknya pondok pesantren resmi dan memiliki ijin operasional penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar pendidikan agama di sini,” kata Ahmad.

Yayasan yang diresmikan pada tahun 2015 oleh Kalapas Warungkiara Pak Risman Somantri, Kemenag, Ketua MUI, Kabag Keagamaan sebagai penanggung jawab itu pun hingga kini masih aktiv menjalankan aktivitas keagamaan.

“Tidak lupa, dilengkapi dengan Pembina yakni, KH. Ruyani, KH. Imam Syamsudin, KH. Uwesulqorni, KH Mustofa kamal, KH Buya Royanudin, UPU Rahman, serta memiliki delapan orang asatidz dan satu orang asatidzah,” tandasnya.

Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Milad Ke-54 DMI, Bupati: Jadikan Masjid dan Majelis Ilmu Benteng Pertahanan Moral Generasi
Camp Religi Mubarakah: Pemuda Masjid Dunia Kumpul di Sukabumi
Lautan Obor Sambut Tahun Baru Islam, Sukabumi Bersinar dalam Semangat Hijrah
Sambut 1 Muharram 1448 H, Heri Gunawan Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Semangat Berhijrah
Sambut 1 Muharram 1448 H, Pemkab Sukabumi Siapkan Pawai Akbar dan Khotmil Qur’an
Bertepatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Asep Japar Resmikan Gedung MUI Kabupaten Sukabumi
Refleksi Mendalam Idul Adha, Heri Gunawan: Haji dan Qurban adalah Momentum Meruntuhkan ‘Berhala’ Ego Modernitas
Menu MBG Unggulan dengan Kandungan Gizi Seimbang Hadir di SPPG Sukabumi Bantargadung Bojonggaling 2

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:40 WIB

Milad Ke-54 DMI, Bupati: Jadikan Masjid dan Majelis Ilmu Benteng Pertahanan Moral Generasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:36 WIB

Camp Religi Mubarakah: Pemuda Masjid Dunia Kumpul di Sukabumi

Senin, 15 Juni 2026 - 23:30 WIB

Lautan Obor Sambut Tahun Baru Islam, Sukabumi Bersinar dalam Semangat Hijrah

Senin, 15 Juni 2026 - 10:28 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, Heri Gunawan Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Semangat Berhijrah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:55 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, Pemkab Sukabumi Siapkan Pawai Akbar dan Khotmil Qur’an

Berita Terbaru